Published On: Wed, Mar 1st, 2017

2020, Indonesia Bebas Sampah Nggak Ya…

BERITABENAR-WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai, penanganan masalah sampah sampai saat ini belum memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Pasalnya, meski sudah banyak aturan yang dibuat, sampah tetap menjadi permasahalan yang sulit diatasi hampir di semua daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan JK saat memberi sambutan di acara peringatan Hari Sampah Nasional di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

“Kita terlalu banyak aturan. Termasuk untuk sampah, ada Undang-undang 2008. ada PP tentang sampah rumah tangga, ada instruksi presiden tentang sampah, ada peraturan menteri tentang sampah, macam-macam. Tapi tetap aja, di berbagai kota masih mengalami masalah sampah,” katanya.

Karenitu.JK mengaku, pesimis program Indonesia bisa bebas sampah pada 2020 mendatang bisa terlaksana. Sebab, dengan masih banyak daerah yang kesulitan menangani sampah telah memperlihatkan bahwa pekerjaan mewujudkan target program tersebut akan sangat berat.

“Kalau 2020. itu kan artinya tinggal tiga tahun lagi. Nah kalau pemerintah saja yang bekerja, program Indonesia bersih sampah 2020 tentu pekerjaan yang berat,” ujarnya.

Hanya saja, menurut JK. pekerjaan yang diemban pemerintah akan hal itu tentu tidak akan terasa berat bila masyarakat ikut serta dalam pengelolaan sampah. Seperti yang telah dilakukan masyarakat di kota-kota bersih seperti Surabaya, Makasar, dan Balikpapan.

“Saya tentu mengapresiasi kota-kota yang bersih itu karena artinya usaha masyarakat sudah berjalan. Tapi butuh upaya lagi dari seluruh kalanga agar terwujud target tersebut.

Termasuk para industriawan yang juga harus bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah karena sampah juga datang dari industri.” terangnya.

Menurutnya, peringatan hari sampah merupakan bentuk peringatan bencana tanah longsor di Bandung 12 tahun lalu.

“Bencana tanah longsor yang tepatnya di Luwigajah ini akibat kekeliruan dalam mengelola sampah di Bandung. Akibat kekeliruan ini TPA Luwigajah amblas dan menyebabkan kema-tian 157 jiwa,” terangnya.

Berdasar pengalaman pahit ini. J K meminta agar tak ada lagi kekeliruan dalam pengelolaan sampah. Apalagi dampak baik buruknya pengelolaan akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jadi hari ini kita mengenang musibah sebenarnya. Dan saya minta agar jangan terulang kecerobohan. jangan mengulang pengelolaannya yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang ada karena bisa menimbulkan kemelut kemanusiaan,” pintanya.

Sampah sendiri, menurut JK. sebenarnya bagian dari kehidupan yang penangananya tidak bisa diselesaikan seratus persen. Bahkan, upaya meniadakan sampah merupakan hal yang tidak mungkin bisa dilakukan.

“Kita tidak mungkin meniadakan sampah karena sampah bagian dari pada kehidupan. Apalagi sekarang sampah juga sudah berubah sesuai jaman dan harkat kehidupan,” paparnya.

Karena itulah, meski berbagai hal penanganan masalah sampah telah dilakukan, usaha mengatur sampah harus terus menerus diupayakan menjadi bagian kehidupan. Misalnya, kalau sekarang khawatir dengan sampah plastik, maka harus dicarikan solusi yang terbaik dalam penanganannya.

“Seperti yang saya katakan tadi, sampah telah berubah dari waktu ke waktu jenisnya. Maka upaya juga harus berubah sesuai jamannya. Tapi yang jelas upaya penanganan sampah bukan menghilangkan sampah seratus persen karena kita tidak mungkn membersihkan sampah seratus persen.” jelasnya.

Pria asal Makasar inipun meminta masyarakat untuk “berkawan” dengan sampah dengan melakukan pengelolaan sampah yang baik sehingga bisa dimanfaatkan secara ekonomis.

Di tempat sama. Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar bertekad memaksimalkan pengelolaan sampah. Salah satunya, dengan melibatkan pemulung. dnu