Published On: Thu, Feb 23rd, 2017

60 Ribu Guru di Jateng Belum Bersertifikat

BERITABENAR- Jumlah guru dalam jabatan yang belum bersertifikasi pendidik di Indonesia mencapai 500 ribu orang, 60 ribu orang di antaranya berada di Jateng. Disatu sisi, pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat pendidik dibatasi hingga 2019.

“Undang-undang No 14/ 2005 dan Peraturan Pemerintah No 74/ 2008 mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional,” papar Rektor Universitas PGRI Semarang (UP GRIS) Dr Muhdi SH MHum, di sela penyerahan sertifikat pendidik Sub Rayon UPGRIS di Balairung Kampus I Sidodadi Semarang, Rabu (22/2).

Guru profesional dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik yang relevan dengan mata pelajaran yang diam punya dan menguasai kompetensi sebagaimana dituntut oleh undang-undang guru dan dosen. Pengakuan guru sebagai pendidik profesional, dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang diperoleh melalui suatu proses sistematik yang disebut sertifikasi.

“Sertifikasi bagi guru dalam jabatan sebagai salah satu upaya peningkatan mutu guru. Seiring dengan peningkatan mutu guru, juga dapat meningkatkan mutu pendidikan pada satuan pendidikan formal secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dilain pihak, jumlah guru dalam jabatan yang belum bersertifikat pendidik di Indonesia mencapai 500 ribu orang, sebanyak 60 ribu diantaranya berada di Jateng. “Persoalan ini juga harus dipikirkan, sebab pelaksanaan PLPG dibatasi hingga 2019. Dalam kurun waktu tiga tahun, harus bisa diselesaikan. Ini yang kita harus terus kita dorong,” terangnya lagi.

Lebih lanjut diungkapkan, lulusan PLPG angkatan 2016 akhir ini juga layak diapresiasi kemampuannya, sebab mereka lolos dengan standar tinggi. “Standar nilai kelulusan PLPG angkatan ini mencapai 80, kenaikannya dua kali lipat dari pelaksanaan sebelumnya. Untuk itu perlu kita apresiasi, sebab tidak mudah untuk mencapai angka tersebut. Kita berharap mereka menjadi pinoner atau ujung tombak di sekolah masing-masing,” lanjut pria, yang juga Sekretaris Umum PGRI Jateng tersebut.

Tercatat dari kuota sebanyak 1.250 guru, PLPG Sub Rayon UPGRIS 2016 diikuti 1.236 orang, dengan kelulusan mencapai 730 orang. Peserta merupakan guru dalam jabatan dari delapan mata pelajaran yakni SD, TK, Bimbingan Konseling, IPA, Matematika, PKN, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Mereka tersebar dari sejumlah kabupaten di Jateng, diantaranya Cilacap, Kendal, Demak, Jepara dan Kudus.H

rix-skh