Published On: Mon, Jan 18th, 2016

78 Warga Yogyakarta Hijrah Penuhi Panggilan Gafatar di Kalimantan

Setelah ditemukannya dokter atas nama Rica Tri Handayani dan anaknya yang masih di bawah umur pada tanggal 11 Januari 2016 oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga kini tercatat sudah ada 78 orang yang diduga melakukan eksodus ke Kalimantan. Dari data yang sudah dihimpun, satu di antaranya sudah ditemukan dan beberapa lain sudah dalam pengawasan.

“Orang yang dinyatakan hilang itu kini tinggal dijemput di Ketapang, Kalimantan Barat, atas nama Faza Anangga Novansyah yang merupakan warga Mlati, Sleman,”kata Anny Pudjiastuti selaku Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DI Yogyakarta Ajun Komisaris Besar (18 Januari 2016).

Mereka yang dinyatakan menghilang itu dinyatakan berpamitan akan pergi ke Kalimantan. Setelah dilakukan penyelidikan, mereka yang pergi ke Kalimantan marupakan mantan anggota dari Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang pernah aktif, seperti dokter Rica.

Seperti yang telah disampaikan ke publik perihal organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) itu sudah bubar, tapi nyatanya Gafatar ini diduga sedang melakukan sebuah program hijrah atau eksodus. Kebanyakan dari anggota Gafatar itu memilih berhijrah ke Kalimantan. Gafatar sudah membuat sebuah domisili tempat tinggal untuk para anggotanya yang dikhususkan untuk program pertanian yang diikuti para anggota kelompok. Tempat itu diantaranya di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, ada 5.000 hektare lahan yang diduga ditempati dan digarap Gafatar.

Anny menambahkan, tidak semua orang yang dilaporkan menghilang itu merupakan pengikut dari Gafatar, tapi ada juga diantara mereka yang memang sengaja pergi ke Kalimantan dengan alasan, karena keluarga dan ekonomi.

Semua data yang masuk ke daftar pencarian orang hilang itu langsung diselidiki pihak kepolisian. Mereka yang pergi ke Kalimantan rata-rata memang mengikuti program eksodus Gafatar.

” Untuk saat ini, kamu masih menyelidiki apakah mereka terkait dengan Gafatar atau tidak, kami mencari dan membantu keluarga yang melaporkan sanak saudaranya hilang. Projusticia, kami mencari dan menemukan dulu,” tambah Anny.