Published On: Tue, Mar 8th, 2016

Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Masinton Pasaribu Akan Dilanjutkan?

Yohanes Chandra Ekajaya

Di bulan Januari silam, salah satu anggota DPR yang diusung oleh PDIP yakni Masinton Pasaribu terganjal sebuah kasus penganiayaan. Korban bernama Dita Aditya Ismawati mengaku mendapat bogem mentah saat dijemput oleh Masinton sesaat setelah nongkrong di Camden Bar, Cikini.

Terkait kasus penganiayaan ini, Dita telah melaporkan Masinton Pasaribu ke Polsek Jatinegara. Tidak hanya itu, Dita juga meminta perlindungan hukum dari LBH Apik di bulan Februari lalu. (Korban Kekerasan Masinton Pasaribu Minta Perlindungan Ke LBH Apik)

Saat ini, kasus penganiayaan Masinton Pasaribu terhadap Dita seolah tenggelam oleh waktu. Namun tepat pada hari ini (8/3/2016), para aktivis permpuan memberanikan dirinya mendesak langsung Bareskrim untuk melanjutkan penanganan kasus tersebut meskipun sang korban telah mencabut laporan kepolisian.

Menanggapi tuntutan para aktivis perempuan tersebut, Brigjen Agus Andrianto selaku Dirtipidum Bareskrim menyatakan jika kasus tersebut hingga saat ini masih dalam penanganan. Bahkan pihaknya akan memanggil supir Masinton Pasaribu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun jika yang bersangkutan menolak untuk diperiksa dan tidak hadir saat sidang, maka bukti-bukti yang adapun akan jadi sia-sia. Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Detik (8/3/2016).

Para aktivis perempuan yang datang ke Mabes Polri hari ini terdiri dari berbagai organisasi seperti LBH Apik, Change.org, Jaringan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (Jaker PKTP), dan juga Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT). Selain mendesak Bareskrim, para aktivis tersebut juga menggalang tandatangan petisi yang bertajuk “Teruskan proses hukum dugaan penganiyaan dan pelanggaran kode etik oleh Masinton Pasaribu”.