Published On: Fri, Jul 29th, 2016

Aktualisasi Diri: Puncak Kebutuhan Tertinggi Setiap Manusia

fotolia-77352883-subscription-monthly-m-5708451b22afbd5b0e1466f4

Aktualisasi diri merupakan salah satu pencapaian yang diungkapkan oleh seorang teoritikus bernama Abraham Maslow. Dalam teori kebutuhan yang ia buat, manusia memiliki lima tingkatan kebutuhan hidup yang wajib dipenuhi antara lain kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan dan tentunya kebutuhan akan aktualisasi diri.

Dari lima tingkatan tersebut, tahap kebutuhan aktualisasi diri merupakan tahap akhir yang akan dipenuhi oleh setiap manusia. Dengan kata lain, tahap ini merupakan puncak kebutuhan bagi setiap manusia. Di tahap ini, setiap manusia akan mengalami kebutuhan yang sama yakni mengoptimalisasikan kemampuan dirinya. Saat manusia sudah mencapai tahap ini, maka ia dapat dengan mudah mudah menembus berbagai rintangan di dalam hidupnya.

Demi mendapat gambaran yang lebih nyata terkait aktualisasi diri, Abraham Maslow bahkan melakukan studi analisa biografi terhadap riwayat hidup, tulisan dan karya milik orang-orang yang memiliki pengaruh besar seperti Wiliam James, Albert Einstein bahkan Abraham Lincoln. Dari hasil studinya tersebut, ia pun menyimpulkan beberapa indikasi yang menggambarkan jika orang tersebut sudah mulai mendekati tahap aktualisasi diri. Beberapa indikasi tersebut antara lain:

  • Melihat keadaan secara objektif: Seseorang dinyatakan masuk ke tahap aktualisasi diri ketika memiliki kemampuan untuk melihat keadaan atau masalah secara objektif. Secara garis besar, orang tersebut mampu melihat persoalan berdasarkan fakta lapangan dan terbebas dari bias.
  • Fokus Terhadap Masalah: Setiap individu tentunya memiliki permasalahan di dalam hidupnya. Jika ia mampu memecahkan dan menghadapi masalah tersebut, maka individu inilah yang siap masuk ke tahap aktualisasi diri.
  • Menjalankan Hidup Secara Spontanitas: Spontanitas dalam hidup memiliki artian menjalankan kehidupan secara alami dan apa adanya. Secara sederhana, orang yang masuk ke tahap aktualisasi diri mampu menjadi diri sendiri.
  • Memiliki Kebebasan Untuk Mengatur Pribadinya: Menurut hasil analisan Abraham Maslow, orang yang memasuki tahap aktualisasi diri biasanya bersifat tertutup dan lebih menyukai kesendirian. Bukan hanya itu, ia juga menjalin persahabatan dengan segelintir orang saja. Meskipun begitu, persahabatan yang dijalankan bersifat sangat mendalam.
  • Menerima Perbedaan Tanpa Menghakimi Orang Lain: Individu yang berhasil memasuki tahap aktualisasi diri biasanya lebih menghargai perbedaan dari setiap individu. Sebab pada dasarnya setiap individu memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda. Secara garis besar, orang yang memasuki tahap ini biasanya lebih menerima orang lain apa adanya tanpa harus menghakimi perbedaan agar terlihat sama.
  • Humor yang Tidak Menyerang Orang Lain: Setiap manusia tentunya memiliki sense of humor. Bagi individu yang berhasil memasuki tahap aktualisasi diri, biasanya ia enggan membuat humor yang menyerang orang lain. Biasanya ia lebih menyukai humor yang menertawakan diri sendiri ataupun kondisi manusia secara global.
  • Menghargai Orang Lain: Sebagai sesama manusia, tentu saja menghargai satu sama lain merupakan sebuah aspek utama dalam kehidupan sehari-hari.