Published On: Mon, Feb 20th, 2017

Ali Nasrun: Dunia Industri Masih di Awang-awang

BERITABENAR.COM-Penggerak ekonomi Kalbar dinilai masih belum bergeser ke sektor perkebunan dan pertanian. Sebab Kalbar masih belum bisa mengandalkan industri.

“Potensi ada di sektor pertanian, tinggal bagaimana memodemkan-nya saja” ujar Pengamat Ekonomi Untan Pontianak Ali Nasrun, Minggu (19/2). Ia menjelaskan, saat ini jangan memaksakan untuk beralih ke dunia industri.

“Agak mengasihani pemerintah, dunia industri seperti masih di awang-awang,” katanya.

Memang di perkebunan dan pertanian masih memiliki halangan. Di mana harga beberapa komoditi turun drastis. Seperti harga karet beberapa waktu lalu.

Ali Nasrun merekomendasikan agar karet dapat diolah terlebih dahulu menjadi bahan yang memiliki harga jual lebih tinggi.
“Meski bukan di Kalbar, diolah menjadi sesuatu agar memiliki daya jual yang tinggi. Tidak mudah memang melaksanakan program seperti ini di Kalbar, haruslah program nasional,” jelasnya.

Ali Nasrun mempertanyakan tujuan dari pembangunan Kalbar. Pasalnya, sering pendapatan produksi yang dihasilkan di daerah ini tidak secara langsung kembali ke Kalbar. Dengan begitu, katanya, bagaimana daerah bisa meningkatkan pembangunan.

“Aliran modal tak seimbang yang dialami Kalbar membuat kemajuan ekonomi di Kota Pontianak Khususnya mengalami perlambatan,” tukasnya.

Dari stuktur ekonomi, kata dia, Kalbar tampaknya sudah ditakdirkan menjalankan sektor ekonomi primer yakni pertanian. Bahkan, dalam perjalanan menuju abad 21 pun Kalbar tidak mengalami pergeseran produksi ekonomi seperti selayaknya negara maju. Seperti pada periode 2014/2015, dimana kontribusi Kalbar dalam pertanian meningkat, tapi industri kayu menurun.

“Bagi negara berkembang mungkin hal ini tidak masalah. Namun bagi sejarah negara-negara kaya, hal ini tidaklah baik,” jelasnya.

Dikatakannya, Kalbar memiliki kondisi perekonomian yang cukup unik. Apabila dilihat dari segi pembangunan, Kalbar berada di posisi paling terakhir se Kalimantan. “Oleh karenanya, potensi pertanian kita mesti dimanfaatkan,” pungkas-nya. (agn)