Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Alun-alun Cilegon Berbasis Smartcity

BERITABENAR-Alun-alun Kota Cilegon diprediksi akan menjadi salah satu alun-alun termegah di Indonesia. Bahkan, alun-alun yang dibangun di atas lahan hellyped PT Krakatau Steel (KS) seluas 31,800 meter persegi itu akan dilengkapi dengan layanan one stop Service. Artinya, Pemkot akan menyediakan beragam fasilitas di alun-alun tersebut, mulai dari sambungan internet gratis, jogging track, sentra kuliner hingga punggung terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade menjelaskan, jika konsep pembangunan Alun-alun Kota Cilegon bisa dibilang merangkum alun-alun dan Ruang Terbuka Hijau

(RTH) yang ada di Indonesia. “Di alun-alun Cilegon memang menyerap berbagai konsep yang ada di luar. Contohnya, lapangan upacaranya kita mengambil konsep seperti lapangan (upacara, red) yang ada di Gasibu. Untuk Konsep Alun-alun Masjid Agungnya, kita ambil konsep taman-taman yang ada disini. Termasuk nanti ada panggung teater itu diambil dari konsep teater yang ada di daerah Dago.

Jadi, didalam semua konsep ini kita harus menyesuaikan kebutuhan fasilitas yang ada, karena namanya alun-alun, pertama harus menyediakan tempat upacara. Kemudian harus juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung, ada tamannya, taman anak-anaknya, untuk olahraga atau jogging track. Kemudian juga ada untuk teater terbuka, termasuk menampung area khusus kuliner yang disediakan,” paparnya, kepada Pokja Wartawan Harian Cilegon ketika melakukan studi komparasi ke Pemkot Bandung, beberapa waktu lalu.

Kemudian, sambung Aziz, penyediaan air mancur yang nantinya dibangun di Alun-alun Kota Cilegon, juga memadukan berbagai konsep dari beberapa daerah, baik dari Kota Bandung, Surabaya, Purwakarta dan Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Perpaduan dari berbagai layanan dan fasilitas itu yang kemudian disebut one stop Service.

“Nah yang utamanya, kita mengambil konsep air mancur dari Kenjeran di Surabaya atau kemudian Sri Baduga di Purwakarta atau juga seperti yang ada di Bone. Jadi, kita memang menggabungkan beberapa fasilitas yang ada, tentunya dari beberapa konsep yang ada dari beberapa daerah di Indonesia. Sehingga ini bisa disebut one stop Service, yang mana semua fasilitas sudah tersedia disatu titik, yaitu di Alun-alun Kota Cilegon,” urainya.

Selain itu, Pemkot juga akan menyediakan satu area khusus yang diperuntukkan kepada para pelaku UMKM dengan menyediakan berbagai hidangan kuliner. Untuk konsep penataan kuliner, pihaknya sedikit memodifikasi konsep sentra kuliner yang ada di Singapura. “Kalau kuliner, kita mengambil konsep seperti ada yang di luar negeri yakni seperti dari Singapura. Disana sentra kuliner ditempatkan secara teratur, bersih dan tidak acak-acakan. Konsep kuliner ini juga seperti yang ada di Cihampelas Skywalk. Kita siapkan tempatnya dan mereka tinggal mengisi tempatnya saja,” ujarnya.

Nantinya, Alun-alun Kota Cilegon juga akan dilengkapi dengan fasilitas wifi gratis. Menurutnya, sebagai kota yang mulai merintis penerapan program smartcity, penyediaan sambungan internet gratis, CCTV dan fasilitas lainnya berbasis teknologi menjadi langkah tepat yang akan direalisasikan oleh Pemkot Cilegon. Dengan begitu, seluruh perpaduan nilai filosofi pada pembangunan Alun-alun yang dipadukan dengan berbasis fasilitas teknologi, diharapkan dapat menjadikan Alun-alun Kota Cilegon menjadi Alun-alun termegah di Indonesia.

“Selain fasilitas tadi, Kita juga harus menyiapkan beberapa fasilitas akses internet, CCTV dan yang terpenting adalah akses colokan. Kita akan tempatkan dibeberapa titik untuk charger, memudahkan masyarakat mengakses untuk berkomunikasi saat berada di Alun-alun,” terangnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Komunikasi, Informasi, sandi dan Statistik (DKISS) Kota Cilegon, Didin S Maulana menambahkan, bahwa semua fasilitas yang berbasis teknologi akan terkoneksi dalam satu program smartcity.

“Itu (smartcity,red) wajib. Dan sudah memang harus terintegrasi. Nah, yang akan kita siapkan nanti harus membuat roadmap smarc city dulu, baik infrastrukturnnya, sarananya termasuk SDM juga juha harus kita siapkan. Jadi para Renstra 2018, sudah mulai running,” imbuhnya.

Salah satu fitur dari program smartcity yang ada di Alun-alun adalah menyediakan sambungan internet gratis dengan menggandeng salah satu provider seluler. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati fasilitas internet tanpa harus bayar.

“Jadi kita kerjasama dengan Indosat dalam penyediaan bandwidthnya. Kalau diperbandingkan dengan Kota Bandung, bandwidth-nya 400 MB, mudah-mudahan di Cilegon bisa 300 MB. Jadi masyarakat bisa free menikmati internet di Alun-alun Cilegon,” pungkasnya.(NAL’EKY)

Caption:
Taman Layak Anak yang berada di komplek DPRD Cilegon ramai dikunjungi warga. Taman anak itu menjadi salah satu alternatif tempat rekreasi keluarga.