Published On: Fri, Mar 4th, 2016

Aparat TNI Serbu Polsek Sunggal yang Lepaskan Tahanan Titipannya!

yohanes chandra ekajaya

Jalan TB Simatupang, Sunggal, Medan malam tadi diramaikan dengan kedatangan puluhan prajurit TNI dari Kodam I/BB mendatangi markas Komisaris Polisi Harry Azhar. Pada malam itu, situasi Polsek Sunggal menjadi sorotan warga sekitar.

Prajurit TNI dari Kodam I/BB itu ingin memastikan apakah benar ada tahanan yang lepas. Tahanan yang lepas itu merupakan tersangka penyalahgunaan narkoba dan perjudian. Pasalnya, pelaku yang melarikan diri itu merupakan hasil tangkapan dari aparat TNI di Jalan Abdul Hamid Nst 3, Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Sabtu, 20 Febuari 2016.

Setelah ditanyakan, ternyata lepasnya tahanan yang TNI tangkap membuat aparat merasa kecewa. Bahkan, TNI terkehut dengan jumlah tahanan yang mereka tangkap, harusnya ada 32 pelaku, tapi yang tersisa di dalam sel hanya ada 9 orang.

“Kita menerima informasi bahwa tahanan yang dititipkan ke Polsek Sunggal dilepas. Mendengar itu, kami pun langsung mencari kebenaran info tersebut,” ungkap Kolonel Armed Anggoro Setiawan selaku Aslog Kodam I/BB.

Aparat TNI datang berbondong-bondong ke Polsek Sunggal sekitar pukul 20.00 WIB (Kamis, 03 Maret 2016). Tapi sayangnya, Aparat TNI yang tiba di kantor Polsek tidak bisa bertemu dengan apolsek Sunggal Kompol yakni Harry Azhar. Di Polsek hanya terlihat petugasyang sedang piket SPKT.

“Kami menelepon untuk permisi, untuk berbicara dan melihat para tahanan yang ada di situ. Pihak kepolisian mengatakan, para tahanan yang tidak ada di ruang tahanan karena direhab dan sebagian tidak ditahan karena tak terbukti bersalah ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Anggoro, seperti yang Berita Benar kutip dari Metrotv.

Saat aparat TNI hendak keluar, ada salah seorang pelaku yang pernah TNI tangkap, terlihat dia sedang menjenguk rekannya di sel tahanan. Tapi, pria itu mengelak pernah ditangkap TNI. Aparat TNI memastikan pria itu ada didalam catatan sebagai pelaku kejahatan yang pernah mereka tangkap dan dititipkan ke Polsek Sunggal.

Lalu, tanpa pikir panjang 10 Aparat TNI yang datang menanyakan perihal adanya dugaan pelepasan tahanan yang dilakukan tanpa adanya koordinasi, tapi Anggoro enggan menjelaskan.

“Bukan wewenang saya untuk menjawab, hanya pimpinan yang bisa menjawab. Saya hanya tunggu perintah saja,”tegasnya.

Setelah dilakukan penyidikan, Kapolsek Sunggal Kompol Harry Azhar mengaku dirinya tidak pernah ada kaitan suap dari para tahanan yang ada di dalam sel tahanan Polsek Sunggal.

“Tidak ada, tidak ada, kita melakukan tangkap lepas itu. Beliau (TNI, red) mau melihat tahanan tangkap Kodam silakan. Kalau keberatan (tangkap lepas) itu asumsi mereka,” ucap Harry.‎