Published On: Thu, Feb 23rd, 2017

ASN Diajak Budayakan Hidup Sehat

BERITABENAR-Kementerian Kordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memberikan alat pengukur tekanan darah mandiri kepada 64 kementerian/lembaga. Penyerahan ini juga sebagai ajakan Menko PMK Puan Maharani kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mulai hidup sehat.

Menteri PMK Puan Maharani mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Dimana hidup sehat itu harus dimulai sejak saat ini disaat banyak bentuk penyakit berkembang semakin mengganas. “Salah satu hal yang bisa dilakukan ialah dengan upaya promotif dan preventif dengan secara mandiri mengukur tensi dan secara aktif chek up kesehatan,” kata Puan di Kantor Kemenko PMK Jakarta Pusat, Rabu (22/2).

Secara simbolis Puan menyerahkan alat pengukur tekanan darah mandiri kepada 64 kementerian dan lembaga. Penyerahan ini diwakili kepada Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F Mooelek, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Pemberdayaan dan Perlidungan Anak Yohana Yembise.

Puan berharap, Pojok Mandiri dengan alat pengukur tekanan darah mandiri harus dilokasikan di tempat yang bisa dijangkau semua orang. “Saya apresiasi apa yang coba kita lakukan ini. Salah satunya dengan Pojok Mandiri dengan tes pembuluh darah. Saya harap komitmen kita saat ini dengan memberikan alat pengukur tekanan darah mandiri kepada 64 kementerian/lembaga. Alat ini harus dijaga dan jangan sampai cepat rusak,” ucap Puan.

Dia menyebutkan, bahwa melalui penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional (JKN) saat ini, anggaran pelayanan kesehatan banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik. Selain itu, pelayanan kesehatan peserta JKN juga didominasi pada pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dibandingkan di tingkat dasar. Fakta ini tentunya perlu mendapatkan perhatian dan penanganan melalui upaya pembangunan kesehatan.

Upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan kesehatan salah satunya adalah dengan meluncurkan program Germas pada bulan November 2016 lalu. Germas dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif masyarakat dengan tujuan antara lain, menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas dan kualitas hidup penduduk, dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. “Fokus Germas diarahkan pada 3 kegiatan misalnya perbanyak makan buah dan sayur, perbanyak aktifitas fisik, dan deteksi dini pada penyakit tidak menular,” ujar Menko PMK.

Di lingkup Kemenko PMK sendiri Puan akan membuat instruksi agar semua ASN bisa melakukan peregangan pada pukul 10.00 WIB dan pukul 15.00 WIB. Menurut Menko PMK, melalui Germas semua diajak untuk mau mengubah kebiasaan-kebiasaan perilaku dan hidup yang tidak sehat dengan perilaku hidup sehat salah satunya dengan memperbanyak aktifitas fisik melalui senam peregangan yang dilakukan saat tengah bekerja. Di tengah acara, Menko PMK beserta para undangan pun turut melakukan senam peregangan yang telah dicontohkan oleh peraga. “Senam peregangan yang barusan dilakukan itu sangat baik, nanti saya akan memasang pengingat seperti alarm setiap jam 10 dan jam 2 supaya pegawai di Kemenko PMK ini selalu ingat untuk melakukan peregangan ketika sibuk bekerja” ujar Menko PMK.

Puan meminta pola hidup sehat bisa dimulai dengan mengkonsumsi makanan sehat seperti singkong. Makanan sehat yang sederhana ini, katanya, bisa mengurangi konsumsi karbohidrat dan juga lemak. Dia juga meminta pola hidup diubah menjadi ke gaya hidup sehat dengan tidur cukup, jauhkan anak dari rokok. “Saya himbau dan meminta ibu bapak untuk budayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil. Tidur cukup, jauhkan anak dari rokok, pola makan dan teratur.Dan juga jangan terlalu memikirkan hoax yang ada di medsos sehingga semua hal positif dan terbaik untuk diri kita, lingkungan dan pekerjaan,” katanya.