Published On: Thu, Dec 3rd, 2015

Bahas Harga BBM, Jokowi Panggil Dirut Pertamina

Presiden Joko Widodo langsung membuat agenda kegiatan setelah pulang dari Paris, Perancis. Tepat pada pagi ini, 3 Desember 2015 Jokowi langsung memanggil Dwi Sutjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pada pukul 11.00 WIB Dwi Soetjipto dijadwalkan bertemu dengan Presiden Jokowi, seperti yang di kabarkan dari Agenda Presiden dari Biro Pers Kepresidenan. Pemanggilan Direktur Utama PT Pertamina itu akan memabahas terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kinerja PT Pertamina (Persero) dalam rangka meningkatkan produksi dan cadangan minyak Indonesia.

Di samping itu, pemerintah juga telah menetapkan untuk selalu melakukan kajian harga BBM setiap tiga bulan. Terakhir, pada awal Oktober, pemerintah telah menyesuaikan harga BBM dimana harga solar diturunkan Rp 200 per liter. Sebelumnya, harga solar ini dibanderol Rp 6.900 per liter, turun menjadi Rp 6.700 per liter. Penurunan harga ini tertuang dalam paket kebijakan ekonomi jilid III yang dikeluarkan pemerintah pada Rabu 7 Oktober 2015.

“Penurunan harga solar memang sudah berlaku tiga hari setelah paket kebijakan jilid III. Hal ini karena untuk bisa mengakomodasi penurunan tersebut, perlu dilakukan persiapan sebelumnya,”ungkap Sudirman Said selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kini harga solar sudah menurun dari Rp 6.900 menjadi Rp 6.700 berlaku tiga hari setelah pengumuman ini. Selain solar, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax telah turun 2,7 persen dari Rp 9.250 menjadi Rp 9.000 berlaku sejak 1 Oktober. Sedangkan produk baru Pertamina, Pertalite juga mengalami penurunan harga Rp 100 atau 1,2 persen dari Rp 8.400 menjadi Rp 8.300 per liter.

Sementara itu, harga bahan bakar untuk pesawat terbang yaitu avtur juga turun sebesar 15 persen. Harga avtur internasional turun 5,33 persen atau kira-kira US$ 10 sen.