Published On: Tue, Feb 9th, 2016

Bandung Kota Kembang Kini Berubah Jadi Kota Sampah, 2 Ton Per Hari!

Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Jawa Barat akan membuat peraturan baru terkait kantong plastik. Bandung yang terkenal dengan ‘Kota Kembang’ itu, kini menjadi kota gundukan sampah plastik hingga mencapai 4 ton per harinya.

Peningkatan sampah plastik ini akhirnya akan menyusul pemberlakuan penggunaan kantong plastik berbayar. Peraturan yang akan dicanangkan kota Bandung akan dimulai per 21 Februari 2016 mendatang.

Deni Nurdyana selaku Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung mengungkapkan bahwa sampah yang ada di Bandung sebagian besar berbahan anorganik sebanyak 20 persen.

“Setidaknya kita akan menargetkan sampah berkurang 3 sampai 4 ton per harinya. Tapi, hal itu tentunya tidak akan terlalu signifikan, mengingat jumlah sampah yang menggunung bisa mencapai 120 ton per harinya” ujar Deni.

Walau pengurangan sampah nantinya tidak signifikan, tapi Deni optimis jumlah sampah yang disebabkan kantong plastik ini akan berkurang. Terlebih dengan adanya sejumlah perusahaan ritel yang akan menerapkan peraturan kantong plastik berbayar ini.

“Walau pengurangan sampah hanya sedikti, tapi ini pastinya akan berdampak besar kedepannya,” ujar Deni.

Dengan pengurangan sampah ini nantinya akan membawa dampak besar bagi pelestarian lingkungan, selain itu juga sampah yang hanya menimbulkan limbah tidak memiliki nilai jual.

“Sampah kantong plastik hanya dijual dengan harga Rp 200 per kilogram. Oleh karena itu, tidak heran pemulung tidak minat dengan sampah. Sudah harganya murah, manfaatnya pun tidak ada,” ungkap Deni.

Diharapkan dengan adanya peraturan kantong plastik berbayar ini, masyarakat akan lebih bijak menggunakan plastik saat berbelanja. Berdasarkan data PD Kebersihan, sampah di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari. Sebesar 60 persen dari sampah itu merupakan sampah organik dan 40 persen sampah anorganik.