Published On: Mon, Mar 6th, 2017

Ketersediaan Pangan Pengaruhi Status Gizi

BERITABENAR-Status gizi seseorang dipengaruhi oleh konsumsi gizi dan infeksi. Konsumsi gizi tidak lepas dari pengetahuan gizi dan ketersediaan pangan yang cukup.

Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kota Semarang, Purwanti mengakui, beberapa hal tersebut erat kaitannya dengan faktor ekonomi. Sementara, infeksi bisa teijadi apabila suatu lingkungan dinilai kurang bersih. “Kebersihan seseorang juga penting. Misalnya, sebelum makan tidak mencuci tangan,” kata Purwanti usai memberikan edukasi gizi pada Hari Gizi Nasional Ke-57, di SD Bugangan 02 J1 Barito, Semarang Timur, kemarin.

Hari Gizi Nasional kali ini dianggap momen tepat bagi pihaknya untuk meningkatkan pengetahuan anak SD tentang gizi, sehingga mereka bisa menyadari pentingnya memilih makanan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menambahkan, masalah gizi pada anak,cenderung lebih sedikit ditemui dibanding balita. Penanganan suatu penyakit pada anak juga harus ada. Sebab, selama tidak ada penanganan, status gizi seseorang sulit diperbaiki.

Pada kesempatan itu, Persagi bekeija sama dengan sejumlah pihak. Selain sekolah tingkat dasar, juga dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas dan BPJS Kesehatan. Mereka mengadakan penyuluhan kepada lebih kurang 2.000 siswa di 37 sekolah dasar se-Kota Semarang.

“Paling tidak setelah kegiatan ini, anak-anak yang tidak masuk sekolah karena sakit bisa berkurang atau menurun. Kami meminta pihak sekolah juga selalu mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan gizi secara berkala,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SD Bugangan 02, Chayah Fauzani menyatakan, belum pernah menemukan kasus kekurangan gizi di sekolahnya. Selama ini, pihaknya mengedepankan langkah preventif,dengan memberikan arahan kepada siswa secara berkala.

“Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Bagi siswa, sudah tentu bermanfaat. Kami selalu memberikan arahan kepada siswa mengenai gizi seimbang. Begitu pun ketika jam istirahat sekolah, kami selalu tekankan untuk tidak jajan di luar sekolah,” ucapnya, (fip-57)