Published On: Fri, Mar 10th, 2017

“Si Casper” Bertenaga 1000 tk

BERITABENAR-Berita terkini yang sedang hangat dibicarakan dalam kartun Casper mengisahkan sesosok hantu kecil nan baik hati yang selalu membantu manusia. Banyak penggemar kartun yang cukup ngetop di era 90-an itu. salah satunya Lucas Dwinanda, pemilik Honda Civic Estilo lansiran 1995.

Lucas melakukan alrbrush di sekujur bodi Estilo miliknya dengan tema Casper. Tidak hanya bodi saja menjaid perhatian Lucas. tetapi Juga mesin. Ya, Lucas menjadikan Estilo sebagai mobil balap trek lurus, atau istilah kerennya drag race. Tidak tanggung-tang-gung, Estilo miliknya memiliki tenaga cukup brutal, yakni 1.000 tk (tenaga kuda). Kalau dibandingkan dengan mesin asli, tentu sangat jauh perbedaan tenaganya.

“Proyeknya memang untuk performance, jadi mesin kita pesan khusus dari Amerika dengan tenaga 1.000 wheel horse power. Ada perbedaan antara tenaga engine dan wheel, tapi kalo dikonversikan dengan hitungan kalkulator power mumi bisa sampai 995 horse power,” papar Lucas seperti dikutip dari Kompas Otomotif.

Honda Estilo aslinya menggunakan mesin D16 berkapasitas 1.596 SOHC yang hanya bertenaga 120 tk. namun dalam urusan drag race tenaga itu tidak akan cukup berkompetisi meski sudah dioprak-aprek.

Mesin Prelude Untuk itu, Lucas lebih memilih melakukan engine swap menggunakan mesin H22 milik Honda Prelude yang berkapasitas 2.200 cc yang tentunya juga sudah racik ulang.

Meski sama-sama berbasis 1 Ionda. namiui bukan brarti pemasangannya cukup plug n play. Lucas bersama tim Engine-t- harus membuat dudukan bani agar mesin bisa terpasang dengan sempurna, setelah itu barulah disesuaikan komponen lain agar bisa singkron.

Tingginya limpahan tenaga dari mesin ini sudah dibendung dengan penggunaan blok mesin bualan Darton. karena bila tidak tentu mesin akan sangat bergetar, belum lagi dengan adanya doping tambahan dari turbo Garrett GTX40 R dengan dimensin super besar.

Rancangan sedemikian rupa pun diakui Luckas belum maksimal. Dalam pengujian serta beberapa kali mengikuti kejuaraan drag race. buasnya tenaga bawah sangat sulit untuk dibendung, hal ini membuat joki kewalahan mengendalikan putaran bawah yang cukup liar.

“Yang saya ingat ubahannya itu ada cam-shaft. piston, dan setang pistonnya. Untuk bloknya sudah diperkuat dengan adanya lapisan, jadi mereka yakin tekanan tiga bar tidak ada masalah. Mesin juga sudah naik dyno. tapi tidak maksimal karena roda spin terus. Beberapa kali turun (balap) dan sampai saat kami masih cara mengendalikan tenaga putaran bawahnya.” ucap Lucas. {Kompas, com)