Published On: Wed, Mar 8th, 2017

Ajari Tanggung Jawab, Jujur pada Anak

BERITABENAR- Berita yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah dalam menerapkan pola asuh, hal yang tak boleh dilakukan orang tua adalah membuat anak merasa seperti raja yang tak pernah salah. Misal ketika anak belajar jalan, tak sengaja menabrak sesuatu ialu menangis. Kebanyakan orang tua menyalahkan benda lain dan mengatakan, “Siapa yang nakal? udah ya jangan nangis ini udah Mama pukul.”

Itu sama saja menanamkan pemikiran bahwa anak selalu benar dan yang harus disalahkan adalah orang lain. Hal ini bisa terbawa sampai dewasa. Seharusnya, tunjukkan kesalahan anak dan beri empati bila ia mengalami kesakitan. Misal katakan, “Sayang, terbentur ya? Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja supaya tidak terbentur lag.”

Selanjurnya, orang tua jangan sampai berbohong sekecil apa pun. Awalnya akan selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya karena percaya sepenuhya pada orang tua. Namun ketika anak sudah besar biasanya tidak menuruti perkataan orang tua karena tanpa disadari orang tua sering membohongi anak sejak kecil. Contohnya saat orang tua buru-buru pergi ke kantor di pagi hari dan anak meminta ikut, orang tua mengalihkan perhatian anak dengan berbohong mengatakan kalau hanya pergi sebentar saja dan akan segera pulang, padahal tidak,” jelasnya.

Anak jadi tidak percaya lagi dan akhirnya tak dapat membedakan pernyataan orang tuanya yang benar dengan yang bohong. Bahkan, anak menganggap semua ucapan orang tua selalu bohong. Karena itu anak tidak menuruti segala perkataan orang tuanya. “Yang harus kita lakukan ialah berkata jujur dengan mengungkapkan penuh kasih sayang dan pengertian, katakan saja, kalau ke kantor anak tidak boleh ikut, tetapi jika orang tua ke tempat wisata anak bisa ikut,” ujarnya.

Perlahan anak akan memahami keadaan, mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya bila pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak orang tuanya. “Karena itu pastikan orang tua selalu jujur dalam mengatakan sesuatu karena lama kelamaan anak pasti akan mampu memahami dan menuruti apa yang orang tua katakan,” tandasnya.

Terakhir, orang tua jangan banyak mengancam anak. Jika ada yang tidak baik pada perilaku anak, orang tua tidak perlu berteriak-teriak untuk memperingatkan anak, namun dengan cara dekati anak. “Hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya, sambil menatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi orang tua tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan,” katanya. (rpl/c)