Published On: Tue, Mar 7th, 2017

Anak Punk Dihukum Hormat Bendera

BERITABENAR-Berita yang sedang hangat dibicarakan saat ini Satpol PP Pemkab Jember kian aktif melakukan razia di jalanan. Salah satunya merazia anak-anak punk yang banyak berkeliaran di Kota Jember. Senin pagi, sejumlah satpol PP mengamankan tujuh anak punk asal Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Saat ditemukan di simpang empat Argopuro mereka teler berat.

Saat itu juga mereka dibawa ke mako satpol PP di Pemkab Jember. Setelah dimintai keterangan, para anak punk itu langsung diberi hukuman. Mereka diminta hormat bendara merah putih di depan kantor Pemkab Jember.

Salah satu kepala seksi (Kasi) di Satpol PP Jember Erwin Prasetyo, mengungkapkan ketujuh pemuda itu diamankan dengan barang bukti sebotol miras oplosan. “Sebagian dari mereka juga ada yang mabuk berat” ungkapnya. Dari ketujuh pemuda yang diamankan, tiga diantara mereka perempuan. Semuanya putus sekolah. Padahal usianya, masih belasan tahun. Seusia anakSMA.

Dedy Setyawan, salah seorang pemuda yang diamankan, sengaja datang ke Jember karena ingin nonton konser band punk rock. Bukan sekadar nonton konser, karena ada pertemuan anak punk di ajang itu.

Konser punk rock sebenarnya di gelar Sabtu (4/3) malam. Namun, mereka berangkat dari Blora Rabu (1/3) pekan kemarin. Harus berangkat lebih awal, karena mereka datang tanpa membawa uang sepeser pun. Andalannya, numpang ke truk di jalan-jalan. Sehingga, beberapa dia harus naik-turun dari truk satu ke truk lainnya.

Sedangkan untuk makan, Dedy, mengaku harus mengamen bersama teman-temannya di persimpangan jalan. Mereka menyebar supaya cepat dapat uang lebih. Sekiranya cukup dibuat beli nasi bungkusan, selebihnya dibuat belanja miras oplosan untuk pesta. “Alkoholnya beli di apotek. Kemudian dicampur air putih dan minuman scichet-an,” akunya.

Kata Dedy, seharusnya Minggu (5/3) pagi mereka meninggalkan Jember. Karena konser sudah usai. Namun memilih menetap sehari, karena uang saku untuk pulang belum ada. “Ya mengamen lagi,” aku pemuda yang memiliki tato di lehernya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah, Sumarno, kepada Jawa Pos Radar Jember mengaku sengaja harus tegas, supaya mereka kapok berbuat ulah di Jember. “Setidaknya mereka bisa ceritakan ke komunitasnya di luar daerah, bahwa Jember tegas memerangi anak jalanan seperti mereka,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga ingin menyadarkan bahwa menenggak miras oplosan dengan alkohol yang semestinya untuk obat luar, sangat berbahaya bahkan mematikan. “Apalagi sudah banyak korbannya,” tuturnya. Sehingga dia berharap generasi muda bisa lebih bertanggung jawab, (rul/cl/aro)

Caption:

KHIDMAT: Ketujuh anak berpenampilan punk dihukum berdiri sambil hormat ke tiang bendera di halaman Kantor Pemkab Jember, kemarin.