Published On: Tue, Mar 7th, 2017

DBD dan TB Jadi Prioritas Dinas Kesehatan

BERITABENAR-Berita yang sedang hangat dibicarakan saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menggencarkan upaya preventif dan promotif dalam pemberantasan dan pencegahan penyakit menular, khususnya demam berdarah dengue (DBD) dan tuberkulosis (TB).

Selama 2016, DKK mencatat ada 875 kasus DBD dengan lima kasus di antaranya meninggal dunia. Pada tahun yang sama, DKK mencatat ada 622 kasus TB di Sragen. Upaya tersebut disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Sragen, dr. Joko Haryono, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (6/3).

Pemberantasan dan pencegahan DBD serta TB masuk dalam 10 program kesehatan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kerja nasional (rakernas) kesehatan 2017 di Jakarta, Selasa (28/2) lalu. “Kasus DBD di Sragen cukup tinggi, tetapi tren kematian akibat kasus tersebut cenderung menurun dari tahun ke tahun. Data 2015 misalnya, dari 527 kasus DBD terdapat tujuh kasus di antaranya meninggal dunia.

Sementara pada 2016, ada kenaikan jumlah kasus, tetapi angka meninggal dunianya cenderung turun menjadi lima kasus,” jelas Joko.
Untuk kasus TB, kata Joko, terjadi tren penurunan kasus. Dia menyebut ada 797 kasus TB pada 2015, turun menjadi 622 kasus pada 2016 dengan angka kematian mencapai sembilan kasus. Sementara itu data 2016 baru dievaluasi pada tahun ini.

“Sesuai instruksi Presiden, kami mengupayakan preventif dan promotif dibanding kuratif dengan menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk pada kasus DBD. Upaya kuratif lewat pengobatan justru butuh anggaran besar sehingga tidak aneh klaim BPJS [Badan Penyelenggara Jaminan Sosial] membengkak. Upaya preventif dan promotif bisa meminimalisasi pembengkakan beban biaya pengobatan,” ujar dia.

Joko memprioritaskan upaya preventif dan promotif kasus DBD di 108 desa/ kelurahan endemis (19 kecamatan) di Bumi SukowatL Suatu daerah dikatakan endemis apabila ditemukan kasus sama dalam waktu minimal tiga tahun berturut-turut.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Sragen, M.M. Sumiyati, mengupayakan preventif dan promotif pada kasus TB dengan meluncurkan program ketuk pintu 1.400 rumah. Tlijuannya mencari kasus TB di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen pada Senin siang. Program tersebut diluncurkan Sumiyati atas nama DKK dengan menggerakkan 10 orang kader kesehatan di Srimulyo.

“Setiap kader wajib mengunjungi 10 rumah dalam sehari sehingga 10 kader bisa mengetuk 100 rumah dalam sehari. Program itu dilaksanakan selama 14 hari mulai Senin-Minggu [19/3] sehingga total targetnya mencapai 1.400 keluarga,” jelas dia.

cm Rahayu)