Published On: Tue, Mar 7th, 2017

Hanura Lobi Poros Baru

BERITABENAR-Berita yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) NTT kini intens melobi partai-partai yang jumlah kursi di DPRD NTT sedikit. Lobi yang dilakukan Hanura ini bertujuan membangun koalisi untuk membentuk poros baru guna mengusung figur bakal calon dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT tahun 2018.

Ketua DPD Partai Hanura NTT, Jimmy Sianto, menyampaikan hal ini ketika dihubungi Pos Kupang, Jumat (3/2/2017). Jimmy menjelaskan, saat ini partainya terus membangun komunikasi dengan partai-partai yang jumlah kursinya di DPRD NTT sedikit. Juga dengan partai yang memiliki kursi ‘gemuk’ di DPRD NTT.

Soal figur mana yang diusung, demikian Jimmy, parpol koalisi poros baru itu menyodorkan jagonya untuk kemudian melakukan survei siapa yang memiliki elektabilitas tertinggi, itulah yang akan diusung bersama. Terkait beberapa kader partai dan non partai kini sedang melakukan sosialisasi diri kepada masyarakat, Jimmy menyatakan, Hanura ada mekanisme yang menjadi pedoman dan pada akhirnya penentuan dilakukan melalui survei.

Meskipun begitu, kata Jimmy, Hanura ingin menjajaki pembentukan poros baru yang di dalamnya merupakan koalisai partai-partai yang ada di DPRD NTT tetapi memiliki kursi sedikit. Dengan koalisi bersama itu bisa mengusung bakal calon gubernur untuk bertarung dalam Rlgub NTT tahun 2018.

“Bukan soal, apakah figur yang kita usung kader Partai Hanura atau kader partai koalisi dan figur non partai. Semua partai punya mekanisme sendiri, tetapi pada akhirnya ditentukan melalui survei.

Kami sedang komunikasi dengan teman-teman di partai menengah itu. Ada beberapa partai politik yang sudah kami bangun komunikasi,” kata ketua Komisi V DPRD NTT ini.

Ditanya partai politik mana saja yang sudah didekati, Jimmy menyebut PKB, PKPIdan PAN. Komunikasi resmi dengan pimpinan partai politik menengah dan partai besar lainnya yang memiliki kursi terbanyak di dewan seperti Golkar dan PDEP terus dibangun.

Gagasan yang ditawarkan Hanura ini, lanjut Jimmy, ada sinyal kuat untuk dilakukan bersama sehingga ada wama baru pada Pilgub NTT tahun 2018 mendatang.

PKB dan PKPI Dukung

Ketua DFW PKB NTT, Ir. Yu-cun Lepa, dan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Kebangsaan dan Persatuan Indonesia (PKPI) NTT, Jefri Un Banunaek mendukung Partai Hanura menjajaki pembentukan poros baru bersama partai politik papan tengah.

Dihubungi Pos Kupang, Senin (6/3/2017), Yucun dan Jefri mengatakan, koalisi ini diperlukan sebagai babak baru dalam proses Pilgub NTT tahun 2018. Sebab, pengalaman selama ini partai papan tengah–partai kecil yang ke-terwakilannnya di DPRD sedikit — selalu dipinang untuk melengkapi suara partaibesar.

Menurut keduanya, komunikasi lisan antara sesama pengurus partai sedang dilakukan dan akan diagendakan waktu khusus untuk mempertemukan semua partai papan tengah guna membentuk poros baru ini.

Yucun mengatakan, pembicaraan resmi antara pengurus partai papan tengah bdum dilakukan, tetapi komunikasi sesama pengurus partai yang nota bene banyak menjadi anggota DPRD NTT sudah dilakukan.

Dalam komunikasi lisan itu ada sinyal kuat untuk membentuk poros baru pada ajang Pilgu NTT tahun 2018 mendatang. Alasan utama pembentukan poros baru, kata Yucun, banyak kader potensial di partai papan tengah selama ini tidak diberi ruang untuk bergandengan dengan jago yang diusung partai besar.

Akibatnya, partai papan tengah hanya sebagai pelengkap untuk memenuhi syarat mendukung calon yang diusung partai besar. “Komunikasi diantara partai papan tengah sudah kami lakukan. Pembicaraan resmi di tingkat parpol belum kami sepakati waktunya. Saya kira pembentukan poros baru tetap jadi. Kami akan agendakan waktu khusus untuk kumpul bersama membicarakan ini. Soal figur siapa yang kita usung itu nanti, sekarang kami perjuangkan golkan pembentukan poros baru itu,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD NTT ini.

Hal senada disampaikan Jefri Un Banunaek. Menurutnya, komunikasi diantara sesama anggota parpol papan tengah di DPRD NTT sudah dilakukan. Ide yang dibangun Ketua DPD Partai Hanura NTT soal pembentukan poros baru, demikian Jefri, didukung penuh.

Pasalnya, lanjut Jefri, selama ini setiap kali pilkada dan pilgub, partai papan tengah selalu menjadi partai yang bergandengan dengan partai besar sebagai lokomotif. Akibatnya, partai papan tengah tenggelam.

“Kami punya tiga kursi di DPRD NTT dan jika dibentuk poros baru bersama parpol papan tengah akan muncul kekuatan alternatif. Ini membuka nuansa baru karena selama ini yang kita lihat figur yang dimunculkan selalu itu-itu saja. Apa salahnya kita parpol papan tengah sodorkan figur alternatif sehingga menjadi pilihan masyarakat,” kata Jefri. (yon)