Published On: Tue, Mar 7th, 2017

Sentra Penghasil Minuman Herbal

BERITABENAR-Berita yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah tentang Genteng Candirejo

Jumlah penduduk: 162 orang

Kelebihan:

– Memiliki 14 UKM Minuman dan Makanan
– Memiliki Taman Baca Masyarakat (TBM)
– Memiliki TBM yang Dilengkapi perpustakaan digital
– Memiliki Sistern Pengelolaan air limbah sebagai tempat pembudidayaan ikan (Pandora)

Prestasi:

– Best of The Best Green and Clean Kota Surabaya tahun 2016
– Best of The Best Kampung Literasi tahun 2016
– Fasilitator Terbaik tahun 2016
– Pendukung Kelancaran dan Kesuksesan Penyelenggaraan UN Habitat 2016

Kerap Menang Lomba Tingkat Nasional

Berada di kawasan perkampungan tak membuat warga RT 2 RW 3 Genteng Candirejo, berpangkutangan. Kampung yang berada dekat Pasar Genteng itu, kini berubah menjadi industri rumahan minuman herbal.

Pangsa pasar minuman itu pun tak sekadar tingkat lokal, tapi sudah merambah tingkat nasional. Keikutsertaan mereka dalam ajang pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mempercepat produknya dikenal.

Saat ini, total ada 14 usaha dagang (UD) yang beroperasi di bawah naungan usaha kecil dan menengah (UKM) Genting Candirejo (Gencar) Mandiri. Keempat belas UD itu sudah mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Seorang penggiat UKM di Kampung itu, Wiwik Sri Hayati menceritakan cikal bakal produksi minuman herbal di sana. Ide itu berawal dari lomba kebersihan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 2007.

Saat itu, ia dan warga lainnya sepakat menanam tanaman herbal di kampungnya. Tiap rumah diwajibkan menanam lima jenis tumbuhan “siap pakai”.

“Misalnya saja belimbing wuluh, pandan, dan daun sirih. Itu kan bisa buat bumbu masakan Juga,” ujar Wiwik kepada Suiya, Senin (6/3).

Di kampung itu, buah melimpah. Agar tak terbuang sia-sia, Wiwik memanfaatkannya untuk minuman dan makanan.

“Pada tahun 2009, kami membuat kelompok tani. Kemudian, pada tahun 2010, kami mendapatkan bantuan dari LSM untuk mengembangkan usaha itu,” tuturnya.

Banjir Pesanan

Produk minuman yang dihasilkan warga diminati masyarakat.

Selain banjir pesanan, ia juga kerap kali memenangi kontes UMKM dilingkup regional Jawa Timur dan nasional. Terbaru, ia berhasil masuk 20 besar produk UKM terbaik tingkat nasional.

Pada 2012, Wiwik mendirikan UD untuk memproduksi minuman herbal. Minuman itu diberi nama Kendi 42 yang berarti, kendi berasal dari tempat minum dan 42 merujuk nomor rumahnya.

Usaha itu ternyata mendapat apresiasi dari khalayak umum. Permintaan minuman herbal pun berkembang pesat. Warga kampung pun tergiur akan keuntungan yang dihasilkan dari usaha itu.

Tiap UD itu bisa menghasilkan varian minuman aneka rasa. Misalnya, UD milik Wiwik memproduksi 16 olahan minuman dan olahan sambal. Di antaranya, Jeruk kemangi selasih, sari belimbing wuluh, dan saos belimbing wuluh.

Tiap harinya, ia bisa memasok puluhan botol ke empat gerai UMKM di Surabaya. Dari sana, ia bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah perbulannya.

Tak hanya pembeli lokal, bahkan, beberapa kali ia Juga mendapat pesanan dari luar Jawa Timur dan turis mancanegara.

Selain memberikan peningkatan pendapatan bagi warga sekitar, melimpahnya buah-buahan dan tanaman obat membuat suasana kampung semakin terlihat hijau nan asri.

Tak heran, kawasan ini kerap memenangkan kontes kebersihan kampung di tingkat regional juga nasional. “Kami pernah kedatangan bupati dari beberapa daerah untuk sekadar study banding,” katanya. (Bobby Koloway)

Photo Caption :

HIJAU NAN ASRI – Suasana hijau kampung Genteng Candirejo, Senin (6/3). Selain hijau oleh tanaman, banyak tulisan motivasi dan terdapat sejumlah bekupon buku yang berisi buku untuk tamu atau warga kampung.

sukya/ahmadzaimul HAQ