Published On: Wed, Mar 8th, 2017

Trump Hapus Irak dari Daftar Hitam

BERITABENAR-Berita yang sedang hangat dibicarakan saat ini diketahui bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merevisi kebijakan imigrasinya yang kini ditangguhkan. Senin waktu setempat (6/3), taipan 70 tahun itu memublikasikan versi anyar kebijakan imigrasi yang dikenal sebagai Muslim Ban tersebut. Jika Muslim Ban diumumkan Trump melalui acara seremonial, kali ini Menlu AS Rex Tillerson dan Jaksa Agung Jefif Session mengumumkannya kepada media.

Dalam aturan tersebut, Irak dan warga asing yang menjadi penduduk tetap AS alias pemegang green card tak lagi jadi target. “Pada prinsipnya, aturan main perintah eksekutif presiden itu masih tetap sama (dengan yang dulu, red),” ujar Jubir Gedung Putih Sean Spicer.
Trump tetap memperketat aturan masuk bagi warga dari negara-negara muslim dan para pengungsi Syria. Namun, pemilik Trump Tower tersebut mengurangi jumlah negara muslim dalam daftarnya. Bukan lagi tujuh, melainkan enam.

Trump mencoret Irak dari daftar hitamnya. Dengan demikian, tersisa Yaman, Syria, Iran, Libia, Somalia, dan Sudan dalam daftar tersebut. Kepada seluruh warga dari enam negara tersebut yang sudah memegang visa, AS memberlakukan aturan imigrasi yang superketat Untuk sementara, Negeri Paman Sam juga tidak akan menerbitkan visa bagi penduduk enam negara daftar hitam tersebut.

Perubahan terjadi pada pasal tentang pengungsi Syria. Akhir Januari lalu Trump meneken perintah eksekutif yang mencantumkan larangan masuk bagi seluruh pengungsi Syria. Dalam kebijakan lama, Trump tidak mencantumkan masa berlaku larangan tersebut. Kini presiden ke-45 AS itu menyatakan bahwa larangan masukterse-but berlaku 120 hari.

Pada Januari lalu, begitu Trump meneken perintah eksekutifnya tentang imigrasi, AS langsung menahan seluruh warga asing yang baru mendarat di beberapa bandara. Mereka yang punya green card dan visa resmi pun ditahan. “Aturan-aturan itu perlu diterapkan demi keamanan nasional,” terang Tillerson.

Senin lalu dia dan Sessions memaparkan kebijakan baru itu untuk mewakili Trump yang berhalangan hadir lldakseperti aturan sebelumnya yang langsung berlaku seketika itu juga, kebijakan anyar tersebut baru diterapkan pada 16Maretmen-datang.

Kembali munculnya daftar hitam dalam kebijakan imigrasi Trump itu membuat banyak kalangan menyamakannya dengan Muslim Ban. Namun, Sessions menampiknya. ‘Tiga negara yang tercantum dalam daftar hitam tersebut adalah negara-nega-ra pendukung terorisme. Sementara itu, tiga negara lain menjadi tempat persembunyian dan sarang teroris,” ungkapnya tentang enam negara tersebut.

Senator Chuck Schumer menganggap kebij akan Trump itu tidak baru Meski membebaskan Iraq dan para pemegang green card dan visa valid, kebijakan tersebut tetap menarget enam negara muslim. “Larangan yang diperhalus, tetaplah larangan,” kritiknya. Meski Iraq menyambut baik kebijakan itu, Iran dan Sudan memprotes keras perintah eksekutif Trump tersebut.
(AFP/ BBC/hep/c 16/any/jpg)