Published On: Thu, Mar 2nd, 2017

Biar Lucu, Perbanyak Karakter Kartun Yang Disukai Anak-Anak

VIDEO animasi berdurasi sekitar 7 menit tersebut sebenarnya cukup se der- hana. Keunikan video ini terletak pada karakter kartun bernama Alila sebagai kakak, dan adiknya bernama Ikhsan (adik) yang keduanya penyandang disabilitas. Mereka berdua bercerita mengenai bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar.

Termasuk segala akibat jika tidak mencuci tangan. Serta, lang- kah-langkah cara mencuci tangan yang baik dan benar. Semua dikemas dengan karakter kartun lucu. Video yang menceritakan bagaimana menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ini terlihat begitu run tun memberikan cara bagaimana mencuci tangan dengan baik dan benar.

Yang membedakan dengan video kartun pada umumnya yakni animasi itu dikemas lebih sederhana dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

“Video ini memang khusus untuk anak-anak difabel, jadinya harus yang mudah dipahami bahasanya” ucap Brahma Mahen-dra Putra Mangarapian kepada Jawa Pos Radar Jember ini. Niat pembuatan video untuk anak difabel ini bermula dari minimnya media edukasi untuk anak berkebutuhan khusus. “Tak semua SLB memiliki media edukasi yang memadai, utamanya terkait kesehatan. Fasilitas dan akses informasi yang sangat minim,” ucapnya.

Sehingga sulit mencari alat bantu dan media edukasi yang khusus ditujukan untuk para penyandang disabilitas. Ini mengakibatkan anak penyandang disabilitas rentan terhadap penyakit.

Inilah yang menggugah dirinya untuk membuat media edukasi dalam bentuk video animasi untuk para penyandang disabilitas, khususnya tentang kesehatan.

Diakuinya pemahaman terhadap materi yang diberikan kepada anak difabel tidak sama dengan anak umumnya. Oleh karena itu, penggarapan video ini pun dibuat khusus.

Dirinya pun berkonsultasi dengan ahli bahasa dan psikolog anak agar bisa lebih sempurna. Maka-nya, video itu pun berbeda dengan video animasi pada umumnya. Dia pun mengaku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menggarapnya. “Proses mulai awal dari ide hingga dituangkan menjadi video ini dibuat sekitar empat bulan,” ucap pria kelahiran Surabaya, 28 April 1995 silam ini.

Mahasiswa Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Unej ini pun awalnya hendak bekerja sama dengan sang adikyang juga seorang animator. “Pas mau minta bantuan, ternyata adik banyak kesibukan. Akhirnya pun mencoba membuatnya sendiri,” ucap putra pasangan Moenir Mangarapian dan Retnowati ini.

Dirinya pun memulai langkah awal membuat karakter kartun yang sesuai tanpa menyinggung banyak pihak. Termasuk anak difabel sendiri yang nantinya menjadi objek yang melihat video alumni SMAN 3 Surabaya ini.

“Akhirnya juga harus belajar otodidak menjalankan program-program animasi hingga menjadi video. Meski kuliahnya bukan di bidang animasi,” ucapnya tertawa. Ternyata setelah empat bulan video tersebut berhasil diselesaikan.

Dirinya sudah menguji keefektifan video itu di SDLB Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Jalan Imam Bonjol Jember.

Hasilnya, respon anak-anak sangat positif dan menjadi paham pentingnya menerapkan PI IBS. “Meski dengan keterbatasan mereka, namun semangat PHBS langsung tergugah,” ucap mahasiswa yang juga aktif dsi BEM FKM Unej dan Komunitas Mahasiswa Peduli HIV-AIDS (KOM-PLIDS).

Banyak pihak mengapresiasi karya yang dihasilkannya. “Video animasi tersebut bisa menjadi alat bantu pendidikan kesehatan di institusi pendidikan,” ucapnya. Juga bisa menjadi media pembelajaran orang tua mengajarkan anak disabilitas mampu melakukan perilaku sehat. Mulai dari hal-hal kecil seperti mencuci tangan dengan baik dan benar.

“Video ini diharapkan mampu memotivasi anak-anak penyandang disabilitas untuk senantiasa menerapkan perilaku sehat karena sehat,” pungkas mahasiswa yang juga Wakil Presiden Young On Top (YOT) Jember. (cl /hdi)

Caption:
PENUH IDE: Brahma Mahendra menunjukkan media edukasi untuk anak berkebutuhan khusus tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diapresiasi banyak pihak.