Published On: Mon, Feb 20th, 2017

BOCAH PAUD TAK LAGI NUMPANG

BERITABENAR.COM-Pemerintah Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, telah membangun banyak infrastruktur. Termasuk fasilitas pendidikan berupa gedung PAUD. Sehingga, siswanya tak menumpang untuk belajar.

PENTINGNYA dunia pendidikan juga menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Tegalsono. Karenanya, sejumlah sarana prasarana pendidikan dibenahi agar siswanya makin nyaman belajar.

Tahun kemarin. Pemerintah Desa Tegalsono, membangun gedung PAUD di Dusun Tanian Panjang. Gedung berukuran 6×5 meter itu menelan dana Rp 70 juta. Sebelum dibangun, aktivitas PAUD di desa setempat masih numpang di kantor desa.

“Sekarang anak-anak usia dini sudah bisa lebih nyaman belajar setelah mempunyai gedung sendiri,” ujar Kepala Desa Tegalsono, Matyasin. Dengan adanya gedung PAUD baru ini, bapak satu anak itu berharap pendidikan di desanya makin optimal. “Saya akan terus berusaha, bagaimana anak-anak di desa ini bisa bersekolah,” janjinya.

Selain fasilitas pendidikan, sejumlah jalan Desa Tegalsono kini terlihat makin lapang. Meski di kanan-kirinya masih terlihat rimbun dengan tanaman tebu. Namun, sejumlah jalan itu tak lagi sempit seperti tahun-tahun sebelumnya.

Maklum, sejumlah jalan desa telah dilengkapi dengan tembok penahan tanah (TPT). Tahun kemarin, ada tiga jalan desa yang telah dilengkapi TPT. Meliputi, jalan desa di Dusun Paoan, Dusun Krajan, dan Dusun Bandungan.

“Kami bangun TPT sepanjang 142 meter di Dusun Paoan dengan anggaran Rp 33 juta. Lalu, TPT sepanjang 189 meter di Dusun Krajan dengan dana Rp 24 juta. Serta, di Dusun Bandungan sepanjang 131 meter yang menelan dana Rp 31 juta,” ujar Matyasin.

Pembangunan sejumlah TPT itu dilatarbelakangi dengan banyaknya warga yang bercocok tanam di pinggir jalan. Lama-lama, tanaman itu memakan badan jalan. Sehingga, jalan desa makin sempit. Maklum, tanaman yang dibudi daya berupa tebu yang cenderung membuat jalan makin rimbun.

“Jalan makin sempit karena tanaman tebu memakan badan jalan. Sehingga, untuk berpapasan antara kendaraan harus ada yang mengalah. Sekarang, sudah kami bangun TPT sehingga lebih luas. Lebar jalan ada tambahan antara 25-50 sentimeter. Air juga tidak masuk ke jalan karena sudah ada saluran airnya,” jelas Matyasin.

Selain TPT, pemerintah desa setempat juga membangun sejumlah jalan dengan cara rabat beton. Di antaranya, jalan di Dusun Paoan dan jalan di Dusun Krajan

Tahun ini, Matyasin mengaku, memproyeksikan pengaspalan jalan di dua titik. Tapi, juga akan meneruskan pembangunan TPT di sejumlah jalan desa. “Kami akan lakukan pengaspalan jalan di Dusun Paoan dan di Dusun Tanian Panjang,” ujarnya.

(mgl/rud)