Published On: Fri, Feb 12th, 2016

Bukan 3M, Pemerintah Harus ganti Menjadi Semboyan 4M!

yohanes chandra ekajaya

Demam Berdarah kini sedang mewabah di pelosok negeri. Salah satunya di Kalimantan Barat. Dalam mengatasi wabah DBD yang makin meresahkan maka Nursyam Ibrahim selaku Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Barat menghimbau ke seluruh tenaga kesehatan setempat mewaspadai peningkatan kasus DBD dengan menerapkan gerakan 4 M.

“Pada tahun lalu, siklus wabah terkait kasus DBD sudah terlewati, tapi meskipun begitu bukan berarti kita tinggal diam, karena efek rentetan dari kasus DBD masih bisa terjadi pada tahun 2016 ini,” kata Nursyam di Pontianak.

Selama ini pemerintaha hanya mengupayakan semboyan 3M menutup, menguras dan menimbun) untuk mencegah DBD, namun ada satu hal yang mesti ditambah, yaitu membersihkan.

“Setelah menguras penampungan air, biasanya banyak yang kurang memperhatikan kegiatan paling terpentinga yaitu bagian membersihkannya. Setelah air dikuras, biasanya telur nyamuk masih tersisa bahkan masih ada juga yang menempel di di dinding tempat penampungan air, makanya kita harusnya membersihkannya,”ujarnya.

Nursyam pun menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar bisa mengantisipasi DBD dengan melakukan kegiatan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSM) dan gerakan 3M + 1 M.

Selanjutnya untuk bagian tenaga medis, Nursyam juga mengimbau agar sealu memberikan informasi kepada pasien yang datang berobat. Hal ini tentunya sebagai dorongan agar masyarakat dapat menjaga kebersihan, terutama mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Musim pancaroba merupakan musim tantangan serta problematika tersendiri yang tentunya perlu disikapi secara serius oleh pemerintah. Yakni dengan melakukan beragam langkah strategis sebagai upaya preventif terkait berbagai ancaman penyakit berbahaya.

“Untuk itu, dalam hal ini peran serta masyarakat sangatlah di perlukan, mengingat DBD ini terus menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, karena selalu saja ada korban setiap tahunnya,” kata Nursyam.