Published On: Fri, Jan 8th, 2016

Bukan Hanya BBM yang Turun, LPG Juga Turun di Tahun 2016

Harga Bahan Bakar Minyak dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan. Tahun 2016 ini, pemerintah sudah menurunkan harga resmi yang akan dinikmati masyarakat Indonesia.

Awal tahun ini Pemerintah menurunkan harga BBM sekaligus harga gas LPG. Tapi sayangnya, usaha pemerintah menurunkan harga tersebut tidak di sambut senang oleh masyarakat. Pasalnya, harga LPG dan BBM turun tapi bahan makanan tetap diharga yang sama.

Tepatnya pada hari selasa (5 Januari 2016), Dwi Sutjipto selaku Dirut Pertamina (Persero) telah mengumumkan harga baru BBM yang akan berlaku mulai tanggal 5 Januari 2016.

“Kami akan mengumumkan harga BBM sesuai dengan harga keekonomian maka untuk solar, ini akan turun dari Rp 6.700 ke Rp 5.650, kemudian kerosin (minyak tanah) tetap. Premium non-Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) Rp 7.300 turun ke Rp 6.950, kemudian Premium Jamali dari Rp 7.400 turun ke Rp 7.050,” kata Dwi di kantor Kepresidenan, Jakarta, ”

Selain itu, diluar harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, Pertamina juga menurunkan harga jual untuk produk-produk lainnya, yakni sebagai berikut:

– Pertalite turun Rp 350 dari Rp 8.250 ke Rp 7.900/l,
– Pertamax DKI Jabar turun dari Rp 8.650 menjadi Rp 8.500/l,
– Pertamax Jawa Tengah DIY turun dari Rp 8.750 ke Rp 8.600/l,
– Pertamax Jawa Timur turun dari Rp 8.750 ke Rp 8.600/l,
– Pertamax Plus DKI turun dari Rp 9.650 ke Rp 9.400/l,
– Pertamina Dex DKI turun dari Rp 9.850 ke Rp 9.600/l,
– Solar non-PSO turun dari Rp 8.300 ke Rp 8.050/l.

Kemudian LPG untuk harga produk domestik gas:
– LPG12 kg rata-rata nasional turun sebesar Rp 5.800 per tabung,
– LPG 12 kg untuk Jabodetabek turun Rp 5.600 per tabung,
– Bright Gas 12 kg turun Rp 4.800 per tabung, untuk Jabodetabok turun Rp 4.600 per tabung,
– Bright Gas 5,5 kg untuk Jabodetabek turun Rp 4.500 per tabung,
– Yes Gas 9 kg Jabodetabek turun Rp 5.000 per tabung,
– Yes Gas 12 kg turun Rp 6.000 per tabung,
– Yes Gas 14 kg turun Rp 8.000 per tabung,
– LPG 6 kg rata-rata nasional turun Rp 2.000 per tabung.

“Harga yang tercantum itu merupakan harga di tingkat agen sudah termasuk PPN, filling fee, transport fee, dan margin agen,” tegas Dwi.