Published On: Tue, Feb 21st, 2017

Bunga KPR Turun, Dongkrak Properti

BERITABENAR-Pelaku bisnis properti semakin optimistis. Terutama dengan adanya rencana pemerintah untuk menurunkan suku bunga, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR). Pelaku bisnis properti di Bogor dan sekitarnya, khususnya dari kalangan pengusaha yang tergabung di Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Cabang Bogor, sangat mendukung kebijakan tersebut.

Seperti diungkapkan Ketua Kadin Cabang Bogor Erick Sugandha. Menurut dia, turunnya suku bunga KPR akan mendongkrak penjualan perumahan untuk seluruh jenis. “Harapannya bisa meningkatkan penjualan sampai 20 persen setelah adanya penurunan suku bunga KPR,” kata Erick kepada Radar Bogor setelah coffee morning di Saung Dolken, kemarin (20/2).

Penurunan suku bunga KPR tersebut membuat perkembangan properti di Bogor lebih positif. Apalagi kalau suku bunga KPR dapat terealisasikan maksimal 7 persen. Sebagai perbandingan, suku bunga KPR kisaran 8 persen fix 2 tahun dari Bank Mandiri, saat ini turun menjadi 6,75 persen dengan fix 2 tahun. Sedangkan KPR bank lain seperti BRI, yang sebelumnya lebih lebih dari 10 persen dengan fix 2 tahun. Sedangkan saat ini BRI sudah menurunkan menjadi 9 persen dengan fix yang lebih lama yaitu 5 tahun.

“Hv bunga KPR yang lebih lama ini dicari oleh konsumen. Memang yang kami harapkan seperti ini,” tambahnya. Dia mengatakan, penurunan suku bunga KPR ini merupakan dampak dari penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI). Erick menambahkan, seharusnya penurunan suku bunga oleh perbankan sudah dilakukan sejak tahun lalu Namun meski terlambat, Kadin dan khususnya pelaku bisnis properti, tetap menyambut baik. Pada dasarnya, Kadin dan pelaku bisnis properti sangat berharap respons baik dari masyarakat terhadap kondisi ini.

Sementara itu, Februari ini diharapkan dapat menjaring jumlah pembeli lebih banyak, khususnya pada saat pagelaran Expo Properti BTN dan pameran properti Bogor akhir minggu lalu di Botani square hingga waktu yang akan datang. “Seharusnya adanya keringanan ini penjualan dapat meningkat,” tukasnya.

Terkait dengan pasar properti di Bogor, saat ini kembali ke selera pasar, yakni rumah berbentuk cluster dan disusul bentuk apartemen. Untuk harga, masih didominasi kisaran Rp300-400 juta dengan tipe 45 ke atas. Berbicara lokasi, dengan bentuk cluster sudah mulai bergeser di daerah pinggiran kota seperti Kayumanis, Cilebut, Cimahpar, Dramaga dan sekitarnya, (mer/c)