Published On: Tue, Nov 10th, 2015

Buruh Surabaya Gelar Demo Kenaikan Upah di Hari Pahlawan

Tepat pada tanggal 10 November hari ini, berbagai elemen masyarakat merayakan hari besar Pahlawan. Berbagai kegiatan untuk mengenang jasa pahlawan pun dilakukan seperti salah satunya adalah mengheningkan cipta selama 45 detik seperti himbauan Kementrian Komunikaksi dan Informatika.

Berbeda dengan himbauan tersebut, Serikat buruh di Surabaya justru memperingati hari pahlawan ini dengan demo menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 yang membahas tentang pengupahan. Dalam aksinya kali ini, para buruh juga menuntut kenaikan upah minimum sebesar Rp. 500 ribu dan juga menolak keras akan formula baru pengupahan.

Menurut Said Iqbal selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), aksi yang dilakukan buruh saat ini adalah menolak PP 78/2015, meminta kenaikan upah tahun depan sekitar Rp. 500 ribu dan juga menolak formula penghitungan kenaikan upah yang berdasarkan inflasi dan PDB. Nantinya, para buruh ini akan bergerak ke kantor gubernur Jawa Timur dan juga tempat peringatan hari pahlawan digelar.

Aksi demo yang dilaksanakan hari ini di Surabaya merupakan aksi lanjutan dari para buruh yang menggelar aksi unjuk rasa pada tanggal 9 November 2015 kemarin di Karawang dan juga Purwakarta. Aksi demo ini rencananya akan mencapai puncaknya pada tanggal 18 hingga 20 November 2015 mendatang di puluhan provinsi dan juga ratusan kabupaten atau kota. Tidak main-main, di aksi puncaknya tersebut para buruh akan menggelar aksi mogok kerja nasional.