Published On: Thu, Nov 12th, 2015

Busway Meminta Pinjaman Modal Pemerintah 750 Miliar Untuk Tahun 2015

PT.Transportasi Jakarta atau yang sering disebut Busway dan PD Pasar Jaya tahun anggaran 2016, kini mendapatkan pemberian Pinjaman Modal Pemerintah (PMP), tapi hingga saat ini DPRD DKI Jakarta belum menyetujui usulan pinjaman tersebut.

Dewan Legislatif belum yakin terhadap rencana bisnis di dua Badan Usaha Milik Daerah tersebut. Luthfi Rachman selaku Direktur PD Pasar Jaya Direktur Utama PD Pasar Jaya dan Antonius Kosasih selaku Direktur PT.Transjakarta mengungkapkan keduanya harus bisa meyakinkan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI soal skema bisnis yang akan dijalankan dan apa yang bakal dihasilkan.

“Dana tersebut tergantung keputusan DPRD, nantinya kita harus bisa meyakinkan mereka (DPRD). Jika kurang meyakinkan, maka PMP-nya bisa dikurangi bahkan dihilangkan,” ujar Saefullah selaku Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

Siang ini, PT.Transjakarta dan PD Pasar Jaya akan diberikan jadwal untuk membahas PMP yang dibutuhkan di hadapan Banggar DPRD. Setelah semua dipaparkan, maka kedua belah pihak tinggal menunggu keputusan dari Dewan Legislatif.

Dari data yang diberitakan oleh metrotvnews, suplai dana yang akan diberikan untuk PT.Transjakarta sekitar Rp750 miliar, sedangkan PD Pasar Jaya Rp200 miliar. Hingga saat ini DPRD baru menyetujui PMP untuk PT.Jakarta Propertindo (Jakpro) sebanyak Rp3 triliun. Angka itu lebih besar dari yang diusulkan pemerintah sebesar Rp1,8 triliun.

Terkait PMP yang didapatkan PT.Jakpro mencapai kenaikan karena perusahaan tersebut mendapat tugas pembangunan fisik yang banyak pada tahun depan. Project yang harus dicapai PT.Jakpro diantaranya Wisma Atlet untuk Asian Games 2018, Velodrome Balap Sepeda di Rawamangun, dan Light Rail Transit (LRT).