Published On: Fri, Nov 13th, 2015

Butuh 14 Triliun, Jasa Marga Urungkan Pembuatan Jalan Tol Bertingkat

Banyak pengguna jalan khususnya roda empat yang mengambil jalur cepat yaitu jalan tol. Tapi sayangnya, kini jalan tol sepertinya bukan jalan pilihan untuk menghindari kemacetan. Mau lewat jalan tol ataupun jalan biasa pun, kemacetan di ibukota masih tak terelakkan.

Untuk mengatasi itu, maka berdampak pada gagasan untuk membangun jalan tol bertingkat atau elevated. Menanggapi hal tersebut, Pihak Pt.Jasa Marga Tbk mengaku masih mempertimbangkan kelanjutan perkara jalan tol bertingkat yang digamang-gamang mampu mengurangi beban kemacetan di jalan bebas hambatan.

“Saat ini untuk pembuatan jalan tol elevated masih dalam pertimbangan. Masih ada kok ruas-ruas (jalan tol) yang memang bisa untuk dibuat tingkat,”ujar Reynaldi Hermansjah selaku direktur keuangan dari emiten berkode JSMR tersebut.

Pembangunan jalan tol bertingkat itu harus dikaji terlebuh dahulu dan tentunya perli dipertimbangkan matang-matang. Pasalnya, amsih ada beberapa ruas tol utama yang memang tidak mungkin untuk dilakukan pelebaran jalan, contohnya ruas jalan Tol Dalam Kota yang sudah bersinggungan dengan jalan nasional.

Kemacetan bukan hanya permasalahan di jalan raya biasa, di jalan bebas hambatan juga sudah menjadi problematika yang sulit untuk dielakkan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu harus mengoperasikan JORR 2 untuk kawasan Jabodetabek.

“Pertumbuhan lalu lintas dari tahun ke tahun semakin tinggi, hingga mencapai 1,4 miliar kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” kata Reynaldi.

Saat ini Jasa Marga terus berupaya untuk mengurangi kemacetan dengan membangun ruas jalan Tol Dalam Kota yang sudah bersinggungan dengan jalan nasional. Ruas jalan itu kini tersebar di kawasan Sumatera, Jawa Tengah, dan Bali, yang memerlukan total investasi mencapai Rp 40 triliun.

Untuk merealisasikan proyek-proyek ruas tersebut, maka perseroan harus memiliki modal belanja atau capital expenditure hingga Rp. 14 triliun. Oleh karena itu, Pihak Marga Jasa kini mencoba mencari alternatif pendanaan agar dapat merampungkan belasan proyek ruas jalan tol baru tersebut.