Published On: Thu, Mar 2nd, 2017

Butuh Gebrakan Baru untuk Lawan Korupsi

BERITABENAR-Tingginya tingkat korupsi yang terjadi menjadi sebuah fenomena yang mencemaskan. Sebab, semakin meluas dan merambah ke semua dimensi kehidupan. Persoalan ini yang masih jadi pekerjaan rumah bagi semua pihak.

“Tingginya tingkat korupsi jadi salah satu faktor penghambat pembangunan di Indonesia,” ujar Gubernur DI) Hamengku Buwono (HB) X saat pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DI) di Bangsal Kepatihan, Selasa malam (28/2).

HB X mengatakan, kejaksaan memiliki peran penting karena hukum merupakan organ vital. Tidak hanya untuk penegakan hukum, namun juga elemen penting dalam percepatan pembangunan.

Untuk itu, korupsi yang masih tinggi menjadi ganjalan serius dalam pembangunan. Mal itu tentunya harus mendapat perhatian serius. Terlepas dari kuantitas dan kualitas sistem yang sudah dibangun, ternyata instru-ment normatif yang selama ini ada belum cukup mampu memberantas korupsi secara tuntas.

HBX berharap, Kajati DI) terus melakukan inovasi dalam upaya pemberantasan korupsi di DIJ. Berbagai inovasi yang sudah ada, seperti pembentukan tim pengawal dan pengamanan pemerintahan dan pembangunan daerah. Serta membangun sistem pencegahan korupsi melalui desk kajian kebijakan daerah diharap terus dikembangkan oleh Kepala Kajati DIJ yang baru Sri Harijati Pujilestari.

“Mengemban amanah tidaklah mudah, namun kami berharap Kepala Kajati yang baru semakin menjadikan lembaga peradilan semakin kokoh sebagai benteng terdepan dalam pemberantasan KKN,” ujarnya.

Kepala Kajati DI) Sri Harijati Pujilestari berkomitmen untuk mengemban tugas dengan sebaik mungkin. Termasuk dalam pemberantasan korupsi. Selain itu akan berupaya meningkatkan kapasitas SDM agar semakin berdaya guna dan memiliki in-tergritas yang jauh dari korupsi.

“Meskipun sekarang sudah bagus, tapi kami ingin membuat inovasi dan gebrakan baru, selain menjalankan program yang sudah dijalankan pendahulu kami,” ujarnya.

Sementara itu, Tony T Spontana yang kini mengemban tugas sebagai Kepala Kajati DKI Jakarta mengatakan, harus ada pemantapan dimana Kajati ingin membangun sistem pencegahan korupsi. Karena, diakuinya, pencegahan korupsi tidaklah mudah. Perlu mengubah paradigm dan adanya kiat-kiat khusus.

“Ya salah satunya dengan terus menerus meningkatkan kapasitas, selain tindakan pencegahan tidak kalah penting juga dengan tindakan penindakan,” ujarnya.

Caption:
PEJABAT BARU : Kepala Kajati DIJ Harijati Pujilestari saat menerima ucapan selamat dari Gubernur DIJ HBX di Bangsal Kepatihan.