Published On: Mon, Mar 20th, 2017

Travelling Sambil Cari Duit Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya yang merupakan seorang pengusaha travelling, ternyata, bisa menghasilkan pemasukan saat jalan-jalan. Tidaklah cuma hobi, tetapi juga bisa mendatangkan hoki. Begitulah, yang sekarang ini dilakukan olehnya. Mantan atlet yang dulunya pernah masuk ke pelatnas ini, kini punya bisnis travelling yang unik dan sukses dengan keunikan yg dilekatkan pada bisnisnya tersebut, bahkan bisnis travel yang ia jalankan saat ini terkesan masih sangat baru dalam hal ide dan konsep yang ada.

travelling

“Saya pikir Indonesia ini sedang tumbuh ekonominya. Kelas menengahnya semakin banyak, Itu pemahaman saya bertemu dengan berbagai kalangan selama jadi atlet dulu. Ekonomi yang tumbuh memunculkan adanya kebutuhan baru dari kalangan kelas menengah. Mereka butuh hiburan dan memuaskan hobinya. Salah satunya orang ingin travelling karena ingin melihat dunia lain, hal-hal baru di negara lain dan daerah-daerah yang sekiranya jauh dari kesan kantoran, sehingga dengan cara jalan-jalan mereka dapat mengurangi rasa jenuh dan penat mereka. Atas dasar inilah saya membuat bisnis travelling ini,” tandasnya.

Hanya, kemudian terpikir bagaimanakah kira-kira travelling yang bisa lebih memuaskan kelas menengah ini? Itu yang kemudian jadi pikirannya. Akhirnya, ia membuat konsepnya. Setelah matang kemudian diluncurkan dalam bentuk travelling gaya backpacker. Dalam hal ini, travelling yang biasanya dipandu oleh seorang guide akan diubah semua modelnya. Tentunya denga menggabungkan konsep travelling dan backpacker itu tadi. Yaitu, fungsi guide disini hanyalah sebagai pengantar dan sebagao orang yang menjelaskan bagaimana tempat tujuan selama dalam kendaraan saja, sedangkan ketika sudah sampai di lokasi para peserta travelling akan di biarkan bebas berkeliaran sesuai keinginan mereka.

“Alhamdulillah sejak 2011 lalu sambutannya luar biasa. Banyak yang merasa amazing dan sangat puas dengan konsep travelling kita yang memang unik. Pesertanya bahkan banyak yang sudah sering ikut paket tour, tapi justru baru puas setelah ikut gaya kita,” jelas Chandra Ekajaya. Selama ini para peserta yang sudah pernah mengikuti paket tour memang merasakan senang dengan konsep tour yang ada pada kebanyakan tour yang lain, akan tetapi mereka merasa sangat bahagia ketika mengikuti paket travelling yang dimiliki oleh sosok pria yang menjadi seorang pengusaha itu. Karena banyaknya konsep baru yang dituangkan di setiap perjalanan membuat para peserta selalu ketagihan dalam perjalanan tersebut.

Di mana uniknya yang kemudian bikin banyak orang puas itu? Ya, bisnis tour and travel sudah banyak memang. Kalau mau menggaet hati peminat tentu yang ditawarkan haruslah berbeda. “Nah disitu kuncinya, saya hanya mengambil travelling ke Eropa dan gayanya kita bikin ala backpacker, gaya bebas, rock n roll. Dan ternyata banyak yang suka gaya jalan-jalan yang merdeka seperti itu. Peserta dibiarkan keluyuran sendiri selama di sana,” tandasnya. Travelling yang ditawarkan lelaki asal Malang, Jawa Timur ini memberikan beberapa destinasi. Bisa Eropa Barat saja, Bisa Eropa Timur saja, bisa kombinasi Eropa barat dan Eropa timur. Perjalanan selama 10 hari untuk 5 negara.

Misalnya, untuk agenda travelling Musim Semi (Eurospring) 5-15 April mendatang, ia menawarkan rute ke dua negara Eropa barat dan tiga Eropa timur, yakni Paris, Amsterdam, Wina, Praha, dan Bratislava. Sedang untuk musim gugur di bulan Oktober mendatang, ia mengajak mengunjungi London, Spanyol, Portugal, dan Swiss. Tiap dua bulan sekali destinasinya berubah-ubah “Karena ala backpacker, polanya kita bikin beda. Hari pertama, peserta city tour jalan bereng, ramai-ramai, fotonya sama semua. Nah, hari keduanya kita bebaskan ke mana saja mereka suka. Yang mau belanja silakan belanja seharian, yang mau nonton bola silakan nonton bola, yang suka musium silakan ke musium, yang suka susur sungai silakan menikmati keindahan Eropa dari kanal-kanalnya. Yang penting malam sudah balik hotel, peserta sudah kita bekali peta,” ujar Chandra Ekajaya

travelling

Dengan demikian, lanjutnya, semua peserta tour akan puas dengan passion masing-masing. Selain itu, setiap peserta akan mempunya cerita sendiri-sendiri, foto yang berbeda, dan pengalaman yang berbeda. Jadi, meski sama-sama ke Eropa,mengunjungi negara yang sama-sama, foto-foto yang mereka miliki tidak kana ada yang sama,” tandasnya. Satu hal lagi, selama melakukan city tour peserta tidak dinaikkan bus pariwasata. Tapi diajak gaul dengan penduduk lokal. Karenanya, sarana transportasi yang dinaiki adalah bus kota, kereta, trem, bahkan ojek. “Supaya kita bisa merasakan secara langsung aktivitas penduduk asli itu seperti apa kesehariannya. Bisa ngobrol selama perjalanan, bisa merasakan sendiri bagaimana membeli tiket bus dengan mesin, bagaimana membaca peta dan menentukan arah kereta, dan seterusnya. Intinya, experience, kita menjual “pengalaman” ke peserta, dan itu menjadi sangat personal sifatnya. Tidak ternilai dengan uang seberapa pun,” jelasnya.

Selain menawarkan paket tour backpackernya ini ke masyarakat umum secara terbuka lewat sosmed, pengusaha travelling ini juga menawarkannya ke organisasi, instansi, atau perusahaan. “Ada beberapa perusahaan yang ingin memberikan hadiah jalan-jalan kepada para manajernya atau agen-agen terbaiknya dengan paket travelling ke Eropa. Kita handel mereka secara eksklusif tapi tetap dengan gara rock n roll. Mereka diberi kebebasan, bebas merdeka mengeksplor sudut-sudut setiap negara yang dikunjunginya,” ungkapnya. Dengan cara itu para peserta yang mengikuti tour bisa merasa bebas dalam melakukan apa yang mereka inginkan ketika sedang jalan-jalan.

Jika Anda ingin tahu bagaimana uniknya perjalanan ke Eropa ala bacpacker ini, Anda bisa mengunjungi website-nya di www. beritabenar.com. Atau bisa juga bertandang di kantornya di komplek Batu, Malang, jawa Timur. Yang jelas, Pengusaha Chandra Ekajaya ini menawarkan acara jalan-jalannya ke Eropa itu dengan cara yang mudah, murah, nyaman, merdeka, dan sensasional. Bahkan penerapan pembayarannya juga unik karena bisa dengan cara dicicil seperti saat pembayaran haji dan umroh sehingga memudahkan calon pesrerta yang ingin ikut traelling tapi dana nya belum ada ataupun mepet.

Untuk setiap tour backpackernya ini, ia hanya membatasi 20 orang saja setiap bulannya. Tidak lebih. Karena dia mengejar pada kualitas perjalanan. Supaya antar satu dan lain peserta bisa terjalin keakraban yang lebih dekat, katanya. Rata-rata untuk dua minggu perjalanan, peserta hanya dikenai biaya tour 2.200 Euro saja. Sedangkan, urusan Visa Schengen yang sering di tour umum gagal di approve oleh Embassy, selama ini di groupnya belum ada yang direjek. “Semua pasti berangkat ke Eropa. Karena kita jumlahnya dibuat sedikit, maka saat wawancara di embassy dan persiapan berkas-berkasnya, benar-benar kita pandu sampe valid. Jangan sampai ada sedikit pun kesalahan yang bisa menyebabkan Visa Schengen tidak lolos di Kedutaan,” jelasnya.

Kalaupun nanti urusan Visa schengen sudah selasai maka selanjutnya bisa melakukan persiapan yang lain sperti mengurus keperluan untuk perjalanan yang biasanya sedikit diabaikan oleh para calon peserta tour and travelling ini. Persiapan bisa dimulai dari mengecek karakter cuaca negara tujuan dan menyiapkan fisik. Karena sangatlah tidak lucu jika ketika kita sudah melakukan perjalanan malah sakit kan? Jadi siapkan saja semua kebutuhan dan fisik secara teratur.