Published On: Wed, Jul 29th, 2015

Dana Perlindungan Investor di Indonesia Sangat Rendah Dibanding Tetangga

yohanes chandra ekajaya

Dana Perlindungan Pemodal (DPP) di Indonesia masih sangat minim di pasar modal Republik Indonesia. Hal ini seperti yang diungkapkan secara langsung oleh PT Penyelenggara Program Investor Efek Indonesia (P3IEI). Dana perlindungan ini diperlukan oleh pemodal dalam rangka untuk menanggung resiko bagi setiap investor.

Direktur Utama P3IEI, Yoyok Isharsaya mengatakan kalau dana perlindungan investor yang ada di negara ini masih Rp. 25 juta saja. Padahal dana perlindungan ini sangat perlu untuk para investor agar tidak menanggung sendiri resiko kehilangan aset yang terjadi bukan karena kesalahannya sendiri.

Di negara lain, lembaga seperti ini sebenarnya sudah ada dan bahkan memberikan dana perlindungan yang bisa dibilang besar. Ambil contoh saja negara Jepang, lembaga perlindungan untuk investornya yang bernama Japan Investor Protection Fund yang sudah terbentuk sejak 1960 memiliki dana perlindungan sebesar 10 juta Yen atau setara dengan 1 miliar Rupiah. Tak jauh berbeda dengan negara Amerika Serikat dengan Securities Investor Protection Corporation dengan US$ 500 ribu atau setara dengan 6,6 miliar Rupiah.

Tak usah membandingkan dengan negara-negara seperti Jepang dan Amerika, melihat ke negara tetangga saja, Indonesia masih bisa dibilang sangat rendah untuk dana pemodal tersebut. Malaysia memiliki DPP sebesar Rp. 350 juta, Singapura Rp. 494 juta, dan Thailand sebesar Rp. 394 juta. Negara Indonesia sendiri hanya Rp. 25 juta untuk pemodal atau Rp. 50 Miliar per kustodian, yang hingga sekarang masih berlaku.

PT Bursa Efek Indonesia sendiri akan menaikan DPP untuk para investor yang sebelumnya Rp. 25 juta menjadi Rp. 100 juta. Dukungan ini diberikan lantaran itu memang akan memberikan kepercayaan yang meningkat kepada setiap investor.