Published On: Wed, Feb 22nd, 2017

Dari Pohon Jodoh hingga Taman Meksiko

BERITABENAR-Semua orang pastinya punya kisah masa kecil. Sebagian kisah itu berasal dari Kebun Raya Bogor (KRB). KRB seakan menyatu dengan kehidupan warga Kota Hujan. Nah, 18 Mei mendatang, KRB genap berusia dua abad. Tidak ada salahnya bila di momen ini, kita lebih dekat dengan KRB, yang ternyata menyimpan sejumlah tempat unik. Sebut saja, Taman Meksiko dan Pohon Jodoh.

Bukan rahasia umum lagi, banyak pasangan yang urung mengunjungi Kebun Raya Bogor karena mitos di Jembatan Putus Cinta. Padahal, tak jauh dari jembatan tersebut terdapat sepasang pohon jodoh. Pohon ini adalah pohon meranti tembaga dan beringin putih.

Keduanya tumbuh berdampingan dengan tekstur yang berbeda. Satu berwarna kehitaman dan satunya lagi putih. Sehingga memunculkan spekulasi bahwa itu pohon yang berpasangan, satu laki-laki dan satu perempuan

Menurut cerita staf pemandu Kebun Raya, Iteng Dayana, julukan kedua pohon tersebut sudah sangat lama. Bahkan, sejak dirinya masuk dan menjadi karyawan di Kebun Raya pun pohon tersebut sudah dikatakan pohon jodoh. “Saya masuk 1987 istilah itu sudah ada ” ucapnya.

Kata Iteng, penamaan pohon jodoh merupakan murni dari sebutan para pengunjung yang sampai ke telinga orang-orang Kebun Raya. Karena unik dan menarik, pihak Kebun Raya pun sepakat menamakannya sebagai pohon jodoh.

Hingga kini, banyak pengunjung dari berbagai daerah penasaran ingin melihat keberadaan pohon jodoh tersebut. Hanya, mengenai mitos-mitos yang beredar, ia mengatakan, hal tersebut dikembalikan kepada masing-masing orang bagaimana menanggapinya.

Namun, lanjurnya, ada juga cerita mengenai salah satu pengunjung Kebun Raya yang kembali ke pohon jodoh bersama anaknya. Dari apa yang dia dengar, pasangan yang telah memiliki anak tersebut pun punya cerita dengan pohon jodoh. “Entah ketemu di pohon jodoh atau kenalan atau bagaimana, tidak tahu. Yang pasti, mereka balik lagi ke sini (Kebun Raya, red) untuk mengenang masa muda mereka bersama anak, di pohon jodoh,” kata Iteng.

Selain pohon jodoh, Kebun Raya Bogor juga punya Taman Meksiko. Taman ini merupakan kumpulan spesies tumbuhan iklim kering yang ditata menyerupai habitat aslinya dan menjadi taman yang eksotis. Koleksinya lebih dari 100 spesies. Seperti agave, yucca, kaktus, dan tumbuhan sukulen lain. Sebagian besar koleksi tersebut berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, termasuk Meksiko.

Spesies yang ada di taman ini umum digunakan sebagai tanaman hias. Khususnya tanaman aksen, karena memiliki bentuk yang menarik. Bentuk yang unik adalah dari mekanisme adaptasi hidupnya di iklim kering. Misalnya dengan mereduksi ukuran daun, bahkan mengubahnya menjadi duri, mengubah batang menjadi tempat fotosintesis, dan bentuk adaptasi lainnya, sehingga dapat menyerap dan menyimpan air semaksimal mungkin.

Iteng menjelaskan, dalam rangka melengkapi koleksi tanaman di Kebun Raya Bogor, khususnya jenis-jenis dataran rendah dan kering, maka dibuatlah Taman Meksiko. Bila melihat kondisi Kota Bogor yang dijuluki sebagai Kota Hujan, tentu sangat jarang bisa menumbuhkan tanaman-tanaman yang tumbuh di dataran rendah dan bertanah kering.

“Curah hujan Bogor kan cukup tinggi, tapi memungkinkan juga menumbuhkan tanaman-tanaman di Taman Meksiko. Memang, beberapa tahun yang lalu, sengaja mengangkat tema tanaman seperti itu ” katanya.

Menurut Iteng, Taman Meksiko pun dibuat sebagai pengalihan atau penyebaran kunjungan pengunjung yang bisanya terpusat ke beberapa titik yang lembap, luas di satu sudut Kebun Raya Bogor. Hal itu, tentunya bisa menyebabkan gangguan-gangguan yang bisa merusak sejumlah tanaman di titik tersebut.

Sejak banyaknya orang yang mem-posting beberapa sudut di Taman Meksiko, kata dia, jumlah kunjungan ke taman pun meningkat. “Semakin ke sini minatnya semakin banyak,” ujarnya.

Bagi yang sudah ke sana, tentu tahu banyak spot yang sangat bagus untuk selfie. Seperti di tulisan Taman Meksiko berwarna merah dan besar, atau di tengah-tengah jalan yang dikelilingi pohon-pohon kaktus dan kamboja yang besar, juga foto di hiasan orang-orangan Meksiko. “Banyak spot foto yang bagus dan banyak di-posting pengunjung yang menjadi daya tarik,” tambahnya, (ran/c)