Published On: Mon, Jan 25th, 2016

Demi Palayanan, Humpus Intermoda Beli Kapal Seharga 10 Juta Dollar AS

Dana belanja modal atau capital expenditure kini mulai dilalokasikan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk sebesar 10 juta dollar AS. Perusahaan yang bergerak di jasa pengangkutan barang itu akan memakai dana capital expenditure untuk membeli tiga kapal.

Seperti yang Berita Benar lansir dari Kompas, Jumat (22 Januari 2016), ketiga kapal yang akan dibelinya itu dengan rincian seperti berikut:

1. Satu kapal minyak dengan kapasitas di atas 100.000 deadweight tonnage (DWT)
2. Satu kapal gas dengan volume di atas 100.000 DWT
3. Satu kapal petrokimia dengan volume sekitar 20.000 DWT.

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai upaya untuk memaksimalkan pelayanan ke tiga klien besar. Klient tersebut diantaranya yaitu PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Disamping itu, Humpuss juga mengungkap bahwa bisnisnya bukan hanya pada pengangkutan saja, tapi kini mereka juga mengincar bisnis jasa transportasi bahan bakar ke pembangkit listrik yang berada di luar Pulau Jawa. Sebut saja batubara, diesel dan gas. Bagi mereka menilai peluang bisnis tersebut besar, seiring dengan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).

Tahun lalu, Humpuss sudah pernah menangani proyek di Bali, dan juga berhasil memenangi proyek tersebut yaitu Mini LNG. Humpuss Intermoda telah menyediakan kapal mini liquefied natural gas (LNG) untuk kebutuhan itu. Tapi, Theo Lekatompessy selaku Presiden Direktur PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk kini mengkhawatirkan salah satu harga minyak duia yang semakin tiarap ditengah perekonomian Indonesia. Dengan kata lain, ini berarti proyek Mini LNG akan ditunda oleh pemerintah.

Oleh karena itu, untuk menepis keresahan tersebut, maka Humpus Intermoda pun menggeber dua diversifikasi bisnis. Pertama, masuk ke proyek tol laut dengan mengincar jasa pendukung seperti kapal pengerukan pasir di pelabuhan. Sedangkan yang kedua, memperluas mitra luar negeri. Perusahaan itu akan melanjutkan jalinan bisnis dengan mitra bisnis dari Eropa yang telah mereka jalin sejak tahun lalu. Sebut saja kontrak pengangkutan LNG dengan mitra asal Belgia.