Published On: Wed, Jan 6th, 2016

Dianggap Ancam Rektor, Mahasiswa UNJ di Drop Out!

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kini menjadi perhatian publik dan berhasil menduduki peringkat teratas Trending Topic di Twitter. Mahasiswa yang bernama Rony Setiawan itu mengeluhkan surat keputusan yang diberikan rektor nya tersebut melalui Facebook.

Rony Setiawan yang merupakan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ, tersebut dianggap melakukan tindakan yang tergolong sebagai perbuatan kejahatan berbasis teknologi. Seperti surat keputusan yang telah dikeluarkan rektor UNJMB2-701 dengan nomor 01/SP/2016 yang menyatakan bahwa Rony Setiawan diberhentikan sebagai mahasiswa UNJ.

Surat keputusan yang diberikan itu menyebutkan bahwa Rony dianggap telah melakukan perbuatan kejahatan yang berbasis teknologi, penemaran nama baik, dan tindakan penghasutan yang dianggap bisa mengganggu ketentraman dan pelaksanaan program yang diselenggarakan UNJ, dan akhirnya Rony harus menanggung imbasnya dengan mendapatkan sanksi kode etik mahasiswa.

Ironisnya, saat Rony menyampaikan sebuah surat kritikan, justru rektor UNJ menganggap itu merupakan surat ancaman terhadap dirinya. Dalam surat yang diterima Rony itupun menyebutkan bahwa keputusan Rony kena Drop Out karena diambil dari salah satu Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elekronik (UU ITE).

Setelah Rony mengunggah foto yang berisi surat keputusan tersebut, banyak dukungan yang datang dari berbagai kalangan dan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, bahkan 070-346 hingga ke situs Change.org. Di Twitter, tagar #SaveRonny menjadi puncak trending topic Indonesia hingga berita ini diturunkan.

Segala dukungan dikerahkan untuk hak Rony sebagai mahasiswa, hal itu terlihat di Change.org yang telah dibanjiri dengan petisi berjudul “Cabut SK DO Rektor UNJ, Selamatkan Ronny Setiawan!” yang dibuat oleh Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu dalam waktu singkat mengantongi banyak dukungan.