Published On: Wed, Mar 1st, 2017

Dikbud Antisipasi Pemadaman saat UNBK

BERITABENAR-Jumlah sekolah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di NTB pada tahun 2017 ini meningkat secara signifikan. Terhitung sekitar 1000 persen peningkatan peserta UNBK di SMA dan 700 persen di SMK. Dengan kenyataan ini, maka daya listrik untuk mendukung pelaksanaan UNBK menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji, menjelaskan, PLN selaku penyedia jasa akan menghitung puncak penggunaan listrik untuk UNBK UNBK juga dilaksanakan pada siang hari, sehingga hampir bisa dipastikan daya listrik relatif aman. “Peningkatan memang cukup signifikan. Akan dikoordinasikan, agar berjalan lancar” katanya belum lama ini.

Ketersediaan listrik di sekolah selama ini juga menjadi acuan daya listrik untuk mendukung UNBK akan aman. Menurut Suruji. yang perlu diantisipasi adalah pemadaman. PLN lah yang bisa menjamin tidak terjadi atau terjadinya pemadaman. “Pasti nanti kita akan berkoordinasi dengan PLN untuk meminta pada tanggal pelaksanaan UNBK itu jangan sampai ada pemadaman,” katanya.

Menurutnya, biasanya PLN juga akan meminta data lengkap rincian sekolah penyelenggara UNBK, termasuk jam penyelenggaraan dan hal penting lainnya. Inilah yang masih terus diproses bersama. Jika sudah memiliki data rinci, pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN.
Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Dikbud NTB, menunjukkan, 56,07 persen atau 141 SMA negeri dan swasta yang mengikuti UNBK, sementara sebanyak 134 akan melaksanakan UN Kertas Pensil (UNKP). Sedangkan untuk MA sebanyak 71 MA yang mengikuti UNBK dan 397 MA yang akan melaksanakan UNKP. Di SMK sebanyak 167 SMK negeri dan swasta melaksanakan UNBK, dan 63 SMA melaksanakan UNKP.

Pemerintah juga menargetkan di tahun 2018 mendatang seluruh sekolah akan melaksanakan UNBK. Nantinya, menurut Suruji akan ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana UNBK Sementara itu, ditemui terpisah Sekretaris Dewan Pendidikan, H. Nurdin, yang kerap menjadi persoalan pada saat UNBK yaitu pada penyediaan peralatan. Salah satu yang perlu diantisipasi adalah kemampuan daya listrik untuk mendukung pelaksanaan UNBK. “Memang ini menjadi antisipasi, untuk mengantisipasi padam listrik, PLN harus dilibatkan dari awal. Di sekolah juga harus menyediakan antisipasi seperti gensct,” katanya. (ron)