Published On: Fri, Dec 4th, 2015

DKI Jakarta Butuhkan Kucuran Dana Untuk Sungai Sebanyak 90 Triliun Rupiah

Untuk mengatasi pencemaran air di ibu kota Jakarta, Pemerintah menyebutkan bahwa untuk menanggulangi itu semua dibutuhkan dana sebanyak Rp 90 triliun. Dana sebesar itu diklaim akan digunakan untuk membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Pencemaran air dan sungai akan kami tanggulangi dengan mengejar pembangunan IPAL,” ujar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2015).

Sebenarnya untuk urusan pencemaran air limbah bukan hanya menjadi urusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saja, melainkan harus ada andil juga dari pemerintah pusat. Apalagi dana yang dibutuhkan untuk menangani itu semua terbilang besar.

Ahok mengaku bahwa dirinya juga sudah melakukan pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunanan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Koordinator Perekonomian untuk melakukan kerja sama.

“Satu caranya, kami akan segera menggunakan teknologi terbaru buat membangun IPAL,” kata Ahok.

Tercatat sudah ada 13 sungai di Jakarta yang dinyatakan sebagai sungai yang memiliki intensitas tinggi pencemaran sungai. Sungai-sungai itu seharusnya menjadi ranah Pemerintah Pusat dalam pengelolaannya. Tapi, Gubernur DKI itu siap mengerahkan usaha penanggulangan jika dirinya diberikan mandat mengelola pencemaran sungai tersebut.

“Pemerintah tinggal berikan saja pipa dan desain yang akan dipakai. Kalau tidak bisa desain, serahkan ke kami (DKI). Tapi saya butuh surat dari pemerintah pusat, karena 13 sungai itu kewenangan pusat,” ujarnya.