Published On: Tue, Jan 26th, 2016

Dokumen Berbahasa China, Proyek Kereta Cepat Belum Kantongi Surat Ijin

PT kereta cepat Indonesia China (KCIC) sudah memberikan dokumen yang menyangkut pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Tapi sayangnya, dokumen yang diterima Kemenhub tersebut dikemabalikan lagi ke KCIC, karena dokumen yang diserahkan masih menggunakan bahasa China.

“Masih ada dokumen yang berbahas China, Mandarin. Kalau gini bagaimana kita bisa evaluasi? Saya kembalikan dulu,” ujar Hermanto Dwiatmoko selaku Direktur Jenderal Perkeretaapian, Jakarta, Senin (25 Januari 2016).

Dokumen yang telah diterima Kemenhub itu berisikan rancangan bangunan di 5 kilometer (km) pertama. Tepatnya berlokasi di Km 95, Tol Cipularang, yang pekan lalu digunakan untuk lokasi groundbreaking. Namun, meski hanya 5 km, ternyata dokumennya banyak menggunakan bahasa China.

“Masih belum bisa di bangun, karena masih banyak yang berbahasa China, tapi itu sudah saya suratin,” ungkap Hermanto.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah berjalan hampir satu minggu, tapi hingga detik ini surat perizinan belum dikantongi. Hal ini dikarenakan, PT KCIC belum memenuhi syarat izin pembangunan yang di antaranya ialah rancang bangun, data lapangan, spesifikasi teknis, dan analisis dampak lingkungan hidup (amdal).

Sedangkan untuk mendapatkan surat itu, PT KCIC harus memenuhi berbagai syarat yang ditentukan. Jika PT KCIC tidak memenuhi persyaratan, Kemenhub menegaskan tidak akan mengeluarkan izin pembangunan.