Published On: Fri, Mar 4th, 2016

DPP IWA Ajak Pekerja di Bidang Pengelasan dan NDT Bergabung di Proyek Pemerintah

Menaker

Menaker Hanif Dakhiri dan Pengurus IWA

Beritabenar – Beberapa hari yang lalu, Indonesia Welding Association (IWA) melakukan kunjungannya ke Kementrian Ketenagakerjaan dengan tujuan untuk bekerja-sama dalam peningkatan kualitas dan sertifikasi dari para pekerja di bidang pengelasan. Harapan besar yang mencuat dari IWA ini ternyata mendapat dukungan langsung oleh Menteri M. Hanif Dakhiri waktu itu.

Melanjuti hal tersebut, IWA ingin menunjukkan bahwa mereka tidak bermain-main dalam meningkatkan tenaga kerja yang ada di Indonesia. Hal ini dibuktikan dari DPP IWA DKI Jakarta yang ingin mengumpulkan tenaga kerja di industri ini untuk bergabung dalam proyek pemerintah yang bisa dibilang cukup besar ini. Proyek pemerintah yang dimaksud disini adalah pembangunan tol laut dan pembangkit listrik 35000 megawatt.

DPP IWA DKI Jakarta, Ronaldo Arland mengungkapkan bahwa tol laut dan pembangkit listrik 35000 megawatt ini adalah proyek pemerintah yang terbilang sangat besar. Ia berharap dengan adanya proyek ini, banyak para pekerja Indonesia yang turut bergabung dan langsung turun tangan untuk membantu kemajuan dari negara Indonesia ini.

“Ya harapannya di pengerjaan tol laut dan pembangkit ini, para pekerja banyak yang datang dari orang kita, bukan justru dikuasai oleh orang asing,”ungkap Ronaldo.

Hal tersebut sebenarnya bukanlah tidak mungkin terjadi. Melihat ke pernyataan Menaker beberapa hari yang lalu, memang MEA dapat dijadikan kesempatan untuk para pekerja dari Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Namun ini juga bisa menjadi bumerang buat para pekerja kita sendiri di Tanah Air. Sebab jika pekerja kita tidak dapat bersaing, maka bukan tidak mungkin Tanah Air akan dikuasai oleh pekerja-pekerja dari luar negeri.

Dari sini maka DPP IWa DKI ingin mengajak para pekerja khususnya yang memiliki keahlian dibidang pengelasan dan NDT untuk mengisi form yang ada pada tautan berikut :http://goo.gl/forms/7wOrtGTbC5, yang mana form ini nantinya akan diserahkan untuk Kemenaker dan Kememprin untuk pendataan. Batas pengisian form tersebut paling lambat hari Senin, 7 Maret 2016. Mari para pekerja bergabung dalam pengembangan tol laut dan pembangkit listrik Indonesia.