Published On: Wed, Mar 1st, 2017

Ekonomi Jatim Tunjukkan Optimisme Awal 2017

BERITABENAR-Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur mengungkapkan ekonomi Jawa Timur pada triwulan 1-2017 masih menunjukkan optimisme dan diperkirakan tumbuh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Perekonomian Jawa Timur pada triwulan 1-2017 diperkirakan tumbuh di level 5,4-5,8 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2016.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur, Difi Ahmad Johan-syah mengatakan, peningkatan ini ditopang oleh peningkatan ekspor dan perbaikan konsumsi pemerintah. Di sisi lain, konsumsi swasta dan kinerja investasi triwulan 1-2017 diperkirakan melambat sebagaimana polanya di awal tahun.

Menurut Difi, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan sampai dengan bulan Februari 2017, konsumsi swasta Jawa Timur triwulan 1-2017 diperkirakan sedikit melambat, namun masih sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia. “Perlambatan konsumsi sejalan dengan berakhirnya perayaan natal dan tahun baru yang tercermin dari melemahnya Indeks Rata-Rata Penjualan Eceran maupun Indeks Keyakinan Konsumen pada bulan Januari 2017,” ujar Difi saat diskusi perkembangan ekonomi Jatim di selasar Perpu-satakaan BI Jawa Timur, Selasa (28/2).

Menurut dia, investasi sampai dengan Februari 2017 menunjukkan perlambatan, tercermin dari hasil hasil survey kegiatan dunia usaha (SKDU) terhadap kapasitas utilisasi usaha yang masih rendah. Sedangkan investasi pemerintah sesuai pola di awal tahun, dimana sejumlah proyek pembangunan masih dalam tahap perencanaan dan pengadaan.

“Kinerja ekspor luar negeri diperkirakan meningkat pada triwulan 1-2017. Namun, potensi perlambatan ekspor perlu diwaspadai mengingat permintaan ekspor tembakau dari Eropa, AS, dan Tiongkok juga cenderung menurun, akibat adanya gerakan anti merokok di Eropa dan AS serta melambatnya Purcha-shing Managers Index Tiongkok pada bulan Januari 2017 ” ungkap Difi.

Di sisi lain, lanjut dia, kineija impor luar negeri pada triwulan 1-2017 diperkirakan meningkat. Potensi impor cabai dan gula mentah untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur turut mengakselerasi impor pada triwulan 1-2017.

Pertumbuhan net ekspor dalam negeri diperkirakan akan meningkat pada triwulan I 2017. Peningkatan didorong oleh panen raya yang akan meningkatkan permintaan komoditas pertanian Jawa Timur.

Selain itu, dimulainya inovasi penjualan berbasis online melalui website untuk produk olahan hasil pertanian yang digalakkan oleh Pemerintah Daerah seperti Pemerintah Kota Batu dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut mendorong terbukanya pasar baru di luar Jawa Timur.

Dari sisi penawaran, kinerja perdagangan besar dan eceran pada triwulan I 2017 diperkirakan masih meningkat namun risiko perlambatan perlu diwaspadai seiring dengan masih belum kuatnya konsumsi dalam negeri.

Kinerja industri pengolahan pada triwulan 1-2017 pun diperkirakan sedikit melambat yang tercermin dari melemahnya Indeks Realisasi Kegiatan Dunia Usaha sektor Industri Pengolahan dan menurunnya Indeks riil penjualan eceran. Sementara itu, kinerja sektor pertanian pada triwulan I 2017 diperkirakan relatif stabil dan berpotensi meningkat.

(han/hen)