Published On: Wed, Feb 22nd, 2017

Ekspansi Retail, Alibaba Gandeng Supermarket Besar

BERITABENAR-Alibaba Group Holding Ltd memperlebar sayap bisnisnya ke sektor perdagangan eceran atau retail dengan menggandeng jaringan toko terbesar di Cina, Shanghai Bailian Group Co.

Alibaba bakal memperbarui teknologi dan jaringan operasi Bailian, sehingga mampu bersaing dengan perusahaan-peru-sahaan e-commerce yang tengah populer.

Kabar yang dilansir situs Internet Retailer menyebutkan Alibaba akan memperbarui teknologi 4.700 jaringan toko Bailian di Cina.

Dengan sistem baru ini, Bailian akan terhubung dengan jejaring perusahaan e-commerce besar. Bailian pun dapat memanfaatkan sistem pembayaran elektronik Ahpay dan infrastruktur logistik milik Alibaba, sehingga peretail konvensional ini dapat beroperasi layaknya perusahaan e-commerce.

“Kerja sama kami dengan Bailian adalah momen terpenting dalam evolusi industri retail di Cina,” kata Kepala Eksekutif Alibaba, Daniel Zhang. Zhang optimistis kemitraan ini akan semakin menghilangkan batas antara perdagangan konvensional dan e-commerce. Tak bisa dimungkiri bahwa salah satu penghambat perkembangan e-commerce adalah pola pikir pelanggan eceran, yang terbiasa bertransaksi secara tunai di toko konvensional.

Namun Zhang menegaskan kerja sama ini bukanlah upaya akuisisi atau penguasaan saham Bailian oleh Alibaba. Alibaba, yang saat ini memiliki 500 juta pengguna aktif, tengah menyiapkan proyek besar untuk mengubah peta industri retail di Cina. Perusahaan milik Jack Ma ini
menyiapkan dana besar untuk mengadopsi data dan teknologi pada industri retail Cina, yang omzetnya mencapai US$ 4,8 triliun.

Salah satu caranya dengan membeli saham jaringan retail Intime Retail Group Co. Alibaba disebut-sebut menyiapkan dana US$ 2,6 miliar untuk aksi korporasi tersebut, yang memungkinkan Intime Retail beroperasi seperti toko online.

Namun analis China Mar-ket Research Group, Ben Ca-vender, mengingatkan bahwa proses adopsi teknologi e-commerce pada retail konvensional membutuhkan proses panjang dan waktu lama.

Dampaknya bagipendapatanperusahaan pun bersifat jangka panjang. “Hasil dari penggabungan sistem retail konvensional dan online pun sifatnya terbatas,” katanya, seperti dikutip dari Reuters.

*FERY F.