Published On: Tue, Feb 21st, 2017

Ely, Politikus yang Jago Main Band

BERITABENAR- Aktivitas Elyzabeth Pujiningati memang terbilang sibuk karena mengemban amanah sebagai anggota DPRD Solo. Meskipun begitu, kegiatan anggota Komisi I dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini tak melulu terkait dengan dunia politik. Aktivitas lainnya adalah bermusik.

Perempuan berusia 50 tahun yang lebih akrab disapa Ely ini malah sudah bikin band sejak 10 tahun lalu.

Uniknya, band ini beranggotakan keluarga sendiri, yakni sang suami dan kedua anaknya yang diberi nama Raka Family. Bahkan mereka punya pilihan musik tersendiri, Koes Plus-an. Tak sekadar hobi, grup band ini sudah diundang ke berbagai acara.

“Awalnya karena semua anggota keluarga punya hobi bermusik. Terutama saya dan suami yang kemudian menular ke anak-anak,” tutur Ely kepada Espos, Senin (20/2).

Sang suami, Rintis Pratikno, yang punya ide untuk membuat band keluarga ini. Maka kemudian bergabunglah Rieza, anak pertama dan Raka, anak kedua Semula perempuan kelahiran Solo, 19 November 1966 ini memainkan gitar. Belakangan, ia justru memegang gitar bass setelah belajar dari sang suami.

Musik Koes Plus dipilih lantaran keluarga sangat menyukai band legendaris Indonesia tersebut. Sebenarnya, kedua anaknya menyenangi aliran musik lain.

Tapi, tak masalah bagi keduanya untuk bermusik sesuai selera orang tua mereka. “Anak saya itu juga punya band sendiri dengan jenis musik yang berbeda. Namun, saat main dengan keluarga kami Koes Plus-an,” imbuhnya.

Jika Ely berperan sebagai bassist, maka sang suami jadi gitaris sekaligus vokalis. Sedangkan sang putri, Rieza, memegang rhythm gitar, sementara sang putra, Raka, jadi drummer. Terkadang ia menambah personel untuk memainkan keyboard.

Di sisi lain, cukup banyak yang mengundang mereka untuk manggung. Antara lain, pentas di Festival Lampion, Taman Hiburan Remaja (THR) Sriwedari, serta acara musik di Taman Balekambang. Sekali naik panggung, mereka biasanya memainkan hampir sebanyak 50 lagu. Hanya, lantaran anggota keluarga yang punya kesibukan masing-masing membuat intensitas latihan yang seminggu sekali berkurang.