Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Fakta Menarik Tentang Merokok

BERITABENAR-PANDANGAN dunia tentang merokok telah berubah secara dramatis selama satu abad terakhir. Kebiasaan ini suatu waktu pernah dianggap keren, seksi, baik untuk kesehatan, dan banyak dinikmati oleh banyak orang.

Hal ini bahkan dipromosikan oleh olahragawan, dan diiklankan di televisi. Para aktor berlaga dalam film dengan rokok menyala di tangan mereka! Namun hari ini, merokok dianggap sebagai kebiasaan adiktif jahat yang dapat membunuh pengguna dan orang-orang di sekitar.

Orang sudh jarang melihat iklan rokok dan melihat seseorang merokok di dalam bangunan publik. Tampaknya saat ini para perokok dianggap kaum anti-sosial dan sering diberi muka masam jika dilihat merokok di luar di tempat keramaian. Namun banyak fakta menarik tentang rokok.

Rokok adalah satu item yang paling banyak diperdagangkan di planet ini, dengan sekitar 1 triliun batang rokok terjual setiap tahunnya dan nilai penjualan mencapai lebih dari $ 400 miliar, menjadikan rokok salah satu industri terbesar di dunia.

Kandungan nikotin dalam beberapa merek terkenal dilaporkan meningkat. Harvard University dan Departemen Kesehatan Massachusetts mengungkapkan bahwa jumlah nikotin di rokok Camel, Newport, dan Doral berkemungkinan meningkat sebanyak 11 persen.

Pada tahun 1970, Presiden Nixon menandatangani undang-undang yang menempatkan label peringatan pada rokok dan larangan iklan televisi untuk rokok. Tanggal terakhir iklan rokok yang diizinkan tayang di TV diperpanjang satu hari, dari tanggal 31 Desember 1970 sampai 1 Januari 1971 untuk memungkinkan jaringan televisi meraup rejeki tunai terakhir dari iklan rokok di hari pertandingan sepak bola Tahun Baru.

Produsen rokok AS saat ini menciptakan lebih banyak penjualan ke negara-negara lain di seluruh dunia dibanding penjualan di Amerika sendiri.

Merek Amerika Marlboro, Kool, Camel dan Kent sudah memiliki pangsa pasar sekitar 70% dari pasar rokok global.

Rokok mengandung arsenik, formaldehyde, lead, hidrogen sianida, oksida nitrogen, karbon monoksida, amonia dan 43 jenis karsinogen yang telah dikenal.

Pada awal 1950-an, merek rokok Kent menggunakan asbes crocidolite sebagai bagian dari filter, karsinogen aktif yang dikenal. Urea, suatu senyawa kimia yang merupakan komponen utama dalam urin, digunakan untuk menambah “rasa” untuk rokok.

Filter

Filter gabus awalnya diciptakan pada tahun 1925 oleh seorang Hungaria Boris Aivaz, yang kemudian mematenkan proses pembuatan filter rokok dari kertas krep. Semua jenis filter diuji, dan filter ‘gabus’ mau tidak mau manjadi bagian dari mereka.

Di sebagian besar negara di seluruh dunia, usia legal untuk pembelian produk tembakau saat ini adalah 18 tahun, ditingkatkan dari sebelumnya 16 tahun, sedangkan di Jepang minimum usia adalah 20 tahun.

Berlawanan dengan kepercayaan sosial populer, bahwa tidak ilegal untuk merokok produk tembakau pada usia berapa pun. Orang tua memungkinkan anak-anak mereka untuk merokok, dan anak-anak tidak berada dalam aturan hukum ketika merokok. Namun, penjualan produk tembakau sangat diatur dengan undang-undang hukum.

Larangan merokok di banyak bagian dunia telah digunakan sebagai sarana untuk menghentikan orang merokok di depan umum. Akibatnya, banyak usaha telah mengklaim penurunan yang signifikan dalam jumlah orang yang pergi ke pub, bar dan restoran.

Para ilmuwan mengklaim rata-rata perokok akan kehilangan 14 tahun dari hidup mereka karena merokok. Namun ini tidak berarti bahwa perokok akan mati muda dan mereka mungkin masih menjalani umur ‘normal’.

Wilayah AS dengan persentase tertinggi dari perokok adalah Kentucky (28,7%), Indiana (27,3%), dan Tennessee (26,8%), sedangkan wilayah dengan paling sedikit perokok adalah Utah (11,5%), California (15,2%), dan Connecticut (16,5%).

Rokok dapat berisi lebih dari 4.000 bahan, yang ketika dibakar, juga dapat menghasilkan lebih dari 200 ‘senyawa’ bahan kimia. Banyak dari ‘senyawa’ tersebut telah dikaitkan dengan kerusakan paru-paru.

Nikotin mencapai otak dalam waktu 10 detik setelah asap dihirup. Ditemukan juga di setiap bagian dari tubuh dan dalam ASI.

18. Kandungan gula mendekati kira-kira 20% dari rokok, dan banyak penderita diabetes tidak menyadari asupan gula rahasia ini. Juga, efek pembakaran gula tidak diketahui.

Rokok ‘Lite’ diproduksi melalui penanaman CO2 pada tembakau dan memanaskannya hingga tembakau tersebut ‘meletus’ seperti busa yang mengembang. Tembakau yang mengembang tersebut kemudian menjadi isi tabung kertas yang juga digunakan pada tembakau ‘biasa’.

Sama

Perokok menghisap rokok ‘lite’ dan mentol lebih kuat dibandingkan rokok biasa; menyebabkan tingkat keseluruhan yang sama pada tar dan nikotin yang dikonsumsi.

Rokok ‘Lite’ diproduksi dengan lubang udara di sekitar filter dengan tujuan mencampur udara dengan asap ketika dihisap. Banyak perokok telah belajar untuk menutupi lubang tersebut dengan jari-jari atau bibir mereka untuk mendapatkan hisapan yang kuat.

Sistem kekebalan tubuh perokok harus bekerja lebih keras setiap hari dibandingkan non-perokok. Akibatnya, darah perokok akan mengandung kurang antioksidan, meskipun sistem kekebalan perokok mungkin lebih cepat tanggap terhadap serangan virus karena sifatnya yang lebih aktif.

Perokok sering merokok setelah makan untuk “melancarkan pencernaan”.

Faktanya, ini terjadi karena prioritas tubuh berpindah dari pencernaan untuk melindungi sel-sel darah dan membuang racun dari otak.

Beberapa orang (kebanyakan pria) dapat terangsang oleh pemandangan orang (wanita) merokok. Ini disebut ‘Smoking Fetish’ dan melibatkan sejumlah kecil dari populasi.

Seperti kebanyakan fetishes, alasan terangsang ini biasanya dapat ditelusuri kembali ke insiden di masa kecil. Namun, rokok, terutama mentol, menarik darah dari penis jika merokok saat terangsang.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 25% dari rokok yang dijual di seluruh dunia adalah hasil selundupan.

Sebagian besar perokok memulai kebiasaan ini pada pertengahan usia remaja, jauh sebelum usia yang diperbolehkan untuk membeli rokok, dan hal ini dipandang sebagai pembenaran menuju kedewasaan. Pembenaran lain meliputi: memakai hak tinggi, alkohol, narkoba dan hubungan seksual; dimana kombinasi ini kadang-kadang merupakan penyebab utama kehamilan di kalangan remaja.

Merokok tembakau adalah konsumsi candu paling dicari, karena bisa didapatkan secara legal, dikonsumsi dengan metode unik, melebihi alkohol (yang efeknya begitu besar sampai si pemakai tidak memerlukan lagi stimulan lain). Perokok yang ingin merasa “high” (mabuk) akan sulit mendapatkan sensasi itu dari rokok setelah pertama kali menghisapnya.

Perokok secara umum melaporkan berbagai efek setelah merokok; seperti ketenangan, relaksasi, kewaspadaan, stimulasi, konsentrasi dan banyak lagi lainnya. Bahkan, merokok akan menghasilkan efek yang berbeda pada setiap individu tergantung pada apa yang mereka harapkan untuk didapat.

Perokok akan menggunakan harapan-harapan tersebut sebagai sarana untuk melanjutkan kebiasaannya itu. Beberapa bahan aktif dan metode produksi khusus dilibatkan untuk memastikan nikotin dalam rokok adalah beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan tanaman tembakau.

‘Topping’ ditambahkan pada campuran tembakau untuk menambah rasa yang unik bagi masing-masing produsen. Beberapa topping ini telah menyertakan; cengkeh, licorice, minyak jeruk, batu aprikot, minyak kapur, minyak lavender, minyak biji, kakao, minyak wortel, minyak pala, dupa, jus bit, daun salam, oak, rum, vanili, dan cuka.

(tbc/ar)