Published On: Tue, May 10th, 2016

Gara-gara Gambar Baju Arit dan Palu, Warga Dikenakan Sanksi!

052846900_1462500694-20160506-kaos_kiri-takalar

Lagi-lagi kasus palu dan arit yang melambangkan simbol dari PKI, kembali menyeret warga ke Polres. Siari (36) yang kedapatan memakai baju kaos merah yang bergambarkan lambang PKI dibawa ke Polres dan dikenai sanksi yang mewajibkannya harus wajib lapor selama sebulan ke Polres Malang, Jawa Timur.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, dia hanya akan dikenai wajib lapor. Pemeriksaan dilakukan, warga Dusun Mulyosari Desa Sumberejo, Gedangan itu ternyata tidak bisa baca tulis, bahkan menempuh sekolah hanya sampai 3 kelas SD,” ungkap Decky Hermansyah selaku Wakil Kepala Polres Malang, Komisaris Polisi, dilansir dari liputan6, Selasa (10 Mei 2016).

Siari ditangkap berawal dari kedatangannya ke kantor Samsat Kepanjen Malang pada Sabtu 7 Mei untuk mengurus surat balik kendaraan yang dia miliki. Namun, ironisnya karena baju yang dikenakannya petugas Samsat yang berkoordinasi dengan petugas Komando Rayon Milliter (Koramil) setempat menggiring Siari ke Polres Malang.

Siari mengaku dia mendapatkan kaos tersebut dari kakak perempuannya yang bekerja di Surabaya. Kaos itu sudah diberikan sejak lebaran 3 tahun lalu. Saat dilakukan pemeriksaan, Siari yang bekerja serabutan menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu makna dari simbol dari baju yang dikenakannya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Pihak Kepolisian mencoba menyelidiki Siari dan keluarganya. Hasilnya menyatakan bahwa keluarganya tidak terindikasi terlibat dalam kelompok komunis. Oleh karena itu, maka Siari hanya dikenakan sanksi wajib lapor selama sebulan ke penuh ke Polres Malang, Jawa Timur.

“Berdasarkan aturan hukum, Siari tak bisa dijadikan tersangka melihat profilnya dan tak tahu apa-apa soal palu arit yang identik dengan PKI,” ucap Decky.