Published On: Wed, Mar 30th, 2016

Geram Pungli Pemakaman Untuk Dana Cicilan Rumah dan Mobil, Ahok Pecat Kepala TPU!

sjdbjasbda

Masih hangat kabar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan mengambil keputusan pemecatan kepada Kepala Seksi Dinas Kebersihan perihal pungutan liar sampa di Bantar Gebang,Bekasi. Kini kembali Ahok menemukan adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan di Pemakaman umum (TPU),Petamburan. Ironisnya, dana Pungli itu digunakan oknum yang tak bertanggung jawab unutk mencicil rumah hingga kencaraan beroda empat.

Mendengar adanya kabar Pungli tersebut, Ahok tak tinggal diam. Terlebih lagi, Ahok mempunyai alat bukti rekaman untuk membungkam Ratna Diah Kurniati selaku Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Jika, Ratna tidak menindak tegas oknum yang berbuat semena-mena tersebut, maka tak tanggung-tanggung Ahok akan mencopot jabatan Ratna.

“Sejauh ini kita sudah perintahkan. Jika penemuan itu benar, kita berhentikan sebagai PNS. Tunggu dia (Ratna) beresin dulu, nanti saya copot,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.

Sebelumnya, dalam Rapat Pimpinan, pada Senin 28 Maret 2016, Ahok memperdengarkan rekaman suara perbincangan dua pria yang diduga sedang membicarakan pungutan liar.

“Jadi terserah anda mau kasih berapa, yang penting cukup buat bayar cicilan mobil 3 bulan, sama BTN 2 bulan,” bunyi rekaman, seperti yang Berita Benar kutip dari tribunnews.

Namun, tampaknya Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman itu masih membela anak buah yang bertugas di Pemakaman Petamburan tersebut. Namun, Ratna menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rolling kepala TPU, tapi jawaban yang diutarakan Ratna tidak membuat mantan dari anggota Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) itu puas.

Ahok meminta Ratna agar bersikap tegas terhadap oknum yang melakukan pungutan liar, bahkan Ahok juga meminta Ratna memecat kepala TPU yang melakukan pungli.

“Saya minggu depan pecat ibu. Kesel saya. Saya betul-betul serius. Ibu masih belain anak buahnya terus. Pecat sudah itu PNS,” ucap Basuki dengan nada kesal.

Geram melihat permainan pungli para PNS, Ahok tak mau tinggal diam. Dirinya akan mengirimkan orang-orang untuk mencari tahu permainan dibelakang ini semua.