Published On: Thu, Apr 14th, 2016

Hasil Autopsi Ulang Jenazah Siyono Jadi Pukulan Telak Bagi Densus 88

160315095721_indonesia_densus_protes_solo_640x360_bbc_nocredit

Indonesia Police Watch (IPW) menilai hasil autopsi ulang jenazah Siyono yang dilakukan Komnas HAM bersama PP Muhamadiyah merupakan pukulan telak bagi Densus 88. Dari hasil autopsi tersebut terungkap fakta-fakta mencengangkan dimana terdapat berbagai luka serius di tubuh jenazah Siyono.

Saat ini masyarakat juga sudah mulai bisa menilai kinerja Densus 88. Menurut IPW, hasil autopsi kali ini juga bisa membuat masyarakat ragu akan profesionalisme tim Forensik dari Kepolisian. Kasus Siyono kali ini juga bisa dibilang menjadi bukti nyata jika masyarakat sudah mulai berani menilai apa yang dikerjakan Densus 88.

“Selama ini sudah banyak keluhan publik terhadap prilaku Densus 88 yg cenderung menjadi eksekutor tapi tidak pernah ada evaluasi yg menyeluruh terhadap kinerja Densus dan tidak ada pengawasan yang maksimal,” ungkap Neta S Pane selaku ketua IPW seperti yang dikutip Berita Benar dari laman Tribunnews (14/4/2016).

IPW juga menyarankan agar Polri bisa mengambil pelajaran dari kasus Siyono kali ini. Seharusnya, autopsi yang dilakukan Polri sesuai dengan peraturan KUHP dimana ada pemeriksaan bagian luar dan dalam. Selain itu, Polri diharapkan bisa menindak tegas ke jalur bila ada anggotanya yang melaksanakan tugas tidak sesuai prosedur.

Kasus kematian Siyono berhasil menyita publik. Siyono yang diduga teroris oleh Densus 88 tersebut meninggal dunia saat diamankan Densus 88. Menurut versi Kepolisian, Siyono meninggal dunia akibat kelelahan karena melawan saat diamankan.