Published On: Fri, Feb 24th, 2017

Hasil Putaran Kedua akan Beda Tipis

BERITABENAR-MEMANG, Jakarta adalah ibu kota negara dan menjadi barometer keberhasilan perorangan, kelompok, golongan dalam politik, sosial, ekonomi dan budaya. Seperti halnya pada pilkada DKI Jakarta, ketiga pasangan cagub/ cawagub akan berusaha untuk mencari simpati warga Jakarta yang mempunyai hak pilih.

Putaran pertama sudah lewat dan tinggal dua pasangan cagub/ cawagub yang akan bertarung untuk melaju pada putaran kedua. Tentu akan ada ketua partai politik tingkat DPP dan DPYVyang akan berusaha menarik partai yang berkoalisi di tingkat pusat dan daerah provinsi untuk menambah dukungan pada putaran kedua. Hal yang wajar kalau ada ketua partai di tingkat pusat mencari partai untuk membentuk koalisi baru di antara kedua pasangan Ahok/Jarot dan Anies/Sandi. Tapi, sangat janggal kalau ada ketua partai tingkat DPP yang mengancam partai yang menjadi pendukung pemerintah untuk mendukung pula pasangan cagub yang diusung partai pada putaran pertama. Karena partai yang kadernya ada di kabinet adalah dari partai yang ada di tingkat DPP sebagai pendukung capres dan cawapres atas suara hak pilih di tingkat nasional. Sedangkan pilkada DKI Jakarta hanya dipilih warga yang mempunyai hak suara di tingkat DPW.

Artinya, hanya penduduk DKI Jakartayangmemilih kedua pasangan cagub Ahok/Jarot dan Anies/Sandi. Sedangkan warga negara yang berdekatan dengan Jakarta seperti provinsi Banten dan Jawa Barat tidak bisa menyalurkan hak suaranya, dan memang pengurus partai bisa membantu pengurus di antara kedua wilayah yang berdekatan. Maka kalau kita lihat konstelasi politik di Jakarta saat ini, hanya pasangan Anies/Sandi yang diuntungkan pada putaran kedua yang akan dilakukan pada 19 April mendatang.

Terlepas dari siapa pun yang akan memenangi pilkada DKI Jakarta, dapat dipastikan hanya berbeda tipis, tanpa ada ataupun tidak terjadinya kecurangan dan pasangan yang merasa tidak puas, tentu akan menggunakan haknya melalui Mahkamah Konstitusi