Published On: Wed, Dec 30th, 2015

Ilmuwan Temukan Gen Untuk Memperpanjang Umur Manusia di Dunia

Kabar mengejutkan datang dari salah satu penelitian yang dilakukan para ilmuwan. Para ilmuwan mengklaim bahwa mereka berhasil mengidentifikasi empat gen yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang hidup lebih lama di dunia.

Seperti yang Berita Benar lansir dari Science Alert, Rabu (30 Desember 2015), gen yang diteliti itu merupakan analisa genom beberapa orang tua yang berhasil hidup melewati usia 90 tahun.

Sebenarnya para ilmuwan sudah menarik melakukan penelitian antara hubungan antara genetika dengan penuaan. Oleh karena itu, temuan ini diharapkan dapat menjadi pengobatan bagi penyakit yang berhubungan dengan usia,atau mungkin kiat-kiat agar dapat hidup lebih lama.

Penemuan terbaru ini merupakan studi baru dan laporan yang menjelaskan mengapa orang-orang tertentu hidup dengan baik di luar angka harapan hidup mereka. Sebelumnya, para peneliti juga melakukan sebuah penelitian yang dilakukan terhadap kembar identik, dan memperlihatkan adanya hubungan genetik orang kembar sering hidup untuk usia yang sama dan hasilnya mendorong adanya studi terbaru, yang dipimpin oleh ahli genetika Stuart Kim dari University of Stanford.

Penelitian yang dilakukan peneliti itu menemukan sebuah gen yang baru diidentifikasi yang disebut sebagai gen ABO. Gen ini yang menentukan golongan darah; CDKN2B, yang mengatur siklus hidup sel; SH2B3, yang telah terbukti memperpanjang umur pada lalat buah; dan salah satu gen HLA, yang terlibat dalam proses bagaimana sistem kekebalan tubuh mengenali sel kita sendiri.

Dari penelitian itu, dikumpulkan keempat gen dan digabungkan menjadi sebuah varian dari APOE, yang sebelumnya telah dikaitkan dengan Alzheimer, sebagai gen kelima yang dianggap paling dekat hubungannya dengan umur panjang. Gen ini mampu memprediksi umur seseorang atau bahkan memengaruhi berapa lama seseorang hidup, yang masih jauh di hadapan kita. Tetapi Kim yakin bahwa masih banyak hal untuk dipelajari.