Published On: Tue, Apr 5th, 2016

Imbas Uji Coba Penghapusan Jalur 3 in 1, Bundaran HI dan Sudirman Semakin Padat

64647-uji-coba-penghapusan-3-in-1-jalan-sudirman-macet-parah-v99_highres

Belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok memutuskan untuk menghapus program jalur 3 in 1 yang berlaku sejak pemerintahan Sutiyoso. Tepat pada hari ini (5/4/2016), program tersebut langsung masuk ke tahap uji coba.

Di tahap uji coba ini, baik di sekitar Bundaran HI maupun Sudirman terpantau semakin padat dari hari sebelumnya. Lalu lintas di kedua daerah tersebut didominasi oleh kendaraan-kendaraan pribadi. Bahkan para pengendara kendaraan pribadi tidak segan-segan mengambil jalur milik bus Transjakarta.

Seperti yang dilansir Berita Benar dari laman Antaranews (4/5/2016), kebijakan kali ini tentunya membawa dampak positif tersendiri. Sebab dengan dihapuskannya program 3 in 1, para pengguna jalan akan lebih mudah untuk mencapai tujuannya. Tidak hanya itu, penghapusan program ini juga dapat mendidik para Joki agar mencari pekerjaan yang lebih baik.

Tidak hanya lalu lintas yang semakin padat, penghapusan program 3 in 1 kali ini juga berdampak langsung terhadap para Joki yang biasanya setia menunggu para pelanggannya di pinggir jalan. Berdasarkan pantauan yang dilakukan sekitar Jalan Gatot Subroto hingga Tegal Parang, hari ini tidak terlihat satupun Joki 3 in 1.

Penghapusan kebijakan 3 in 1 sendiri mulai mencuat setelah merebaknya kasus eksploitasi anak. Anak-anak dibawah umur seringkali dijadikan alat bagi para Joki untuk mengais rejeki di jalanan. Agar anak tersebut tidak mengganggu sang Joki ketika bekerja, anak tersebut seringkali diberikan obat-obat penenang berdosis tinggi.

(fjr)