Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Incumbent Terkesan Pasrah

BERITABENAR-CALON Gubernur DKI Jakarta Anies-Baswedan berulang kali menyebut bahwa mayoritas warga Jakarta menginginkan gubernur baru untuk memimpin ibukota lima tahun ke depan. Bahkan diperkirakan, sedikitnya 70 persen warga Jakarta menginginkan dipimpin oleh gubernur baru.CALON Gubernur DKI Jakarta Anies-Baswedan berulang kali menyebut bahwa mayoritas warga Jakarta menginginkan gubernur baru untuk memimpin ibukota lima tahun ke depan. Bahkan diperkirakan, sedikitnya 70 persen warga Jakarta menginginkan dipimpin oleh gubernur baru.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta yang juga Calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak mau ambil pusing dengan pernyataan Anies. “Kalau urusan dipilih enggak dipilih kan urusan orang Jakarta,” tutur dia, Jumat (24/2), di Balaikota DKI Jakarta.
Hal mengejutkan adalah ketika Ahok menyerahkan persoalan dukungan kepada warga Jakarta. Dia tidak lagi khawatir menang atau kalah. “Terserah warga Jakarta saja mau pakai gubernur baru apa yang lama, ikuti saja itu haknya warga DKI,” tegas Ahok.
Ahok juga mengaskan pernyataan yang kerap terlontar, yakni aJkan tetap fokus menyelesaikan pekerjaannya yang kini menumpuk. Bahkan dia mengaku lebih memilih tetap bekerja dari pada harus cuti kampanye seperti yang diwajibkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.
Meski demikian, Ahok mengakui, lebih lebih leluasa ketika cuti kampanye. “Makanya dulu saya bilang kalau saya disuruh pilih, saya pilih kerja. Rugi sebetulnya kalau kita kerja. Lebih untung yang enggak kerja dong.
Sebetulnya kalau kampanye gimana saya saja enggak pernah nyuruh orang. Saya bilang kalau cuti lebih enak kampanye keliling-keliling kemana-mana, sekarang enggak bisa, kerja,” kata dia.
Terkait dengan adanya anggapan posisi gubernur bisa dimanfaatkan untuk berkampanye terselubung, Ahok berjanji tidak memanfaatkan aktivitasnya untuk berkampanye. Kendati sehabis masa kampanye selama tiga bulan, Ahok lebih banyak blusukan meninjau lokasi banjir, menyapa warga, hingga meresmikan RPTRA.
“Jadi pilih kerja saja. Kamu lihat saja kita kemana-mana ada lihat saya kampanye? kita yang peresmian RPTRA saja 100 lebih saya tanda tangan di sini. Kalau saya mau alasan, saya bisa dong pagi, siang, sore kunjungi masyarakat. Tapi kalau buat saya, ya saya lebih milih kerja,” ucap dia. (wok)