Published On: Fri, Feb 12th, 2016

Ini Dia Pesawat Tempur Super Tucano yang Jatuh di Malang

yohanes chandra ekajaya

Jalan LA Sucipto Kota Malang, Jawa Timur mendadak ramai dengan suara gaduh yang disebabkan pesawat latih. Pesawat milik TNI AU terjatuh pada pukul 10.15 WIB, Rabu (10 Februari 2016). Pesawat yang baru 1 jam terbang dari Landasan Udara Abdulrachman Saleh, Malang itu jatuh menimpa rumah warga. Rumah milik Mujianto hancur karena peristiwa tersebut.

Pesawat berjenis Super Tucano itu merupakan pesawat tempur yang bisa digunakan untuk intai-sergap serba guna buatan Embraer SA, Brasil ini datang ke Indonesia secara bertahap. Pesawat tempur ini pertama kali datang pada awal September 2012 sebanyak 4 unit. Saat mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusumah, pesawat itu masih bernomor registrasi eksperimental tanpa slot dan pod persenjataannya.

Keempat pesawat tempur itu kemudian diberi nomor registrasi TT-3101, TT-3102, TT-3103, dan TT-3104. Selanjutnya pada pengiriman tahap kedua, pada September 2014, sebanyak 4 unit lagi pesawat EMB-314 Super Tucano tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AU Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Di tahap kedua ini, 4 pesawat itu langsung bergabung dengan 4 unit Super Tucano terdahulu di Skuadron Udara 21 Wing Udara 2. Keempat Super Tucano pada batch kedua ini diberi nomor register TT-3105, TT-1306, TT-1307 dan TT-1308. Kode TT pada awal angka bermakna tempur taktis.

Super Tucano ini merupakan pesawat terbang turbo prop bermesin tunggal yang diketahui sangat lincah dan cocok untuk operasi penyergapan dan pencegatan di darat, intelijen, patroli darat, dan maritim terbatas, dan misi militer lain, di antaranya pengeboman dan sabotase.

Pesawat yang jatuh di pemukiman warga itu diduga mengangkut sejumlah bahan bakar. Hingga pukul 11.25 WIB, badan pesawat masih dalam proses evakuasi oleh pihak Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Petugas pun telah mensterilkan lokasi kejadian.