Published On: Thu, Mar 2nd, 2017

Investasi Pariwisata Saudi

BERITABENAR- “Bidang pariwisata nampaknya akan lebih ditonjolkan karena Arab Saudi melihat potensi Indonesia yang masyarakatnya memiliki hobi belanja, traveling dan kuliner.”

KEHADIRAN Raja Salman dari Arab Saudi sejenak meredam banyak isu di negeri ini. Rombongan Raja Salman yang menginap di Bali selama hampir seminggu jelas mengisyaratkan bahwa Arab Saudi akan serius menggarap pariwisata. Kenapa Raja Salman memilih Indonesia sebagai salah satu negara yang dikunjungi selain Malaysia, Jepang dan Tiongkok?

Jumlah penduduk yang besar dan masyarakatnya senang berwisata menjadi alasan utama. Terlihat jelas setiap tahun jutaan masyarakat Indonesia melakukan ziarah religi ke Madinah dan Mekah yang dilanjut wisata ke Timur Tengah merupakan catatan sangat penting. Oleh karena itu Raja Salman dan Menteri Pariwisata Arab Saudi sepakat menggalakkan sektor pariwisata, termasuk sektorsektor yang terkait seperti tenaga kerja, perhotelan, kuliner, tenaga kerja dan transportasi (Saudi Gazette, 8/2).

Raja Salman sudah melirik objek wisata di Sumatera Barat, Lombok, Bogor dan Jakarta. Kirakira apa yang akan dilakukan Raja Salman terkait hubungan wisata Indonesia dengan wisata di Arab Saudi? Kesepakatan antara Indonesia dan Arab Saudi terkait bidang pariwisata sebenarnya sudah dibicarakan pada KTT G20 di Tiongkok pada 4 September 2016. Rencana investasi Arab Saudi tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Putra Mahkota Pangeran Abdul Aziz Al-Saud saat bertemu Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral itu membahas beberapa kerja sama terkait ekonomi dan haji. Investasi di bidang ekonomi, Arab Saudi tertarik dalam tiga bidang yaitu (1) pengilangan minyak (refinery); (2) pembangunan rumah murah (low cost housing) untuk orang-orang yang berpenghasilan rendah; dan (3) pariwisata (tourism). Hasil pertemuan itu akan ditindaklanjuti pada saat kunjungan Rasa Salman 1 — 9 Maret ini. Investasi yang dijanjikan mencapai Rp 300 triliun. Sedangkan investasi dibidang lainnya meliputi pariwisata (promosi seni dan warisan budaya), pertukaran ahli termasuk ahli kesehatan haji dan umrah, promosi Islam moderat melalui dakwah dan pertukaran ulama, peningkatan frekuensi penerbangan dari Arab Saudi ke Indonesia, dan pemberantasan kejahatan terutama penanggulangan kejahatan lintas batas. Dari beberapa bidang yang akan dijalin, bidang pariwisata nampaknya akan lebih ditonjolkan karena Arab Saudi melihat potensi Indonesia yang masyarakatnya memiliki hobi belanja, traveling dan kuliner. Dan itu sudah dibuktikan dimana hampir setiap karyawan toko, sopir taksi dan pramugari dibekali kemampuan berbahasa Indonesia, sehingga Arab Saudi sudah siap menyambut dan memanjakan turis dari Indonesia.

Destinasi Wisata

Beberapa kota di Arab Saudi yang merupakan destinasi wisata, selain Mekkah dan Madinah, antara lain Riyard, Jedah, Abha, Taif, Dhamam, Khobar, Yanbu, Jumail, Hail, Tabail, dan lain-lain. Kota-kota tersebut akan memanjakan penikmat keindahan alam, seperti gurun pasir, resort, pantai, museum bersejarah, kebun binatang, taman air, dan jet sky. Nampaknya destinasi-destinasi ini yang akan di pamerkan oleh Raja Salman. Persiapan Arab Saudi sudah sangat matang, terbukti dukungan Raja Salman yang secara pribadi memberikan pengarahan kepada Menteri Pariwisata Arab Saudi.

Bahkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang kuliner, perhotelan, transportasi, cinderamata dan pemandu wisata sudah mulai dilakukan untuk menyambut turis yang diharapkan membanjiri Arab Saudi. Indonesia juga tidak akan tinggal diam. Pembenahan infrastruktur ke lokasi-lokasi wisata, terminal, bandara, dan jalan tol sudah diperbaiki.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan jadwal beristirahatnya rombongan Kerajaan Arab Saudi di Bali merupakan bagian dari promosi wisata yang luar biasa bagi Indonesia. Ivestasi Arab Saudi di Indonesia berada pada peringkat ke-25 pada 2015 dan turun menjadi peringkat 57 pada 2016. Kondisi itu memberikan peluang manarik dana dari Arab Saudi lebih banyak lagi.

Tidak hanya itu, peluang pengembangan industri pariwisata khususnya di wilayah timur Indonesia juga bisa ditawarkan kepada kerajaan Arab Saudi. Pemerintah dan masyarakat akan mendapat keuntungan berganda dari investasi sektor pariwisata.

Pemerintah Indonesia memiliki posisi tawar yang besar untuk menawarkan investasi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Apalagi perekonomian Arab Saudi juga sedang lesu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang hanya 0,8 persen pada Januari 2017, lebih rendah dari pertumbuhan Desember 2016 yakni 1,4 persen. Saat rombongan Raja Salman berlibur di Bali dapat dimanfaat sebaik-baiknya oleh pelaku bisnis pariwisata dengan memberikan pelayanan yang nyaman dan aman. Mulai penyambutan di bandara, pelayanan hotel, sajian menu yang nikmat dan halal, serta terjaminnya keamanan selama tinggal di Bali. Dengan demikian, diharapkan Raja Salman dan rombongan dapat bercerita kepada masyarakat Arab Saudi khususnya dan Timur Tengah pada umumnya tentang kenyamanan dan keamanan Indonesia. (21)

—Purwoko, dosen pascasarjana FE Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta